Automotive

Pengembangan Mesin MotoGP 2027 Kemahalan, Bisa Bikin Bangkrut!

Brian Priambudi
Pengembangan Mesin MotoGP 2027 Kemahalan, Bisa Bikin  Bangkrut!

Uzone.id - Ajang MotoGP sedang menuju perubahan besar dengan adanya regulasi baru di tahun 2027 yang mencakup perombakan mesin, aerodinamika, hingga ban.

Saat banyak penggemar menunggu keseruan MotoGP 2027, ternyata beban finansial untuk mengembangkan mesin sesuai regulasi baru akan merogoh kocek yang sangat mahal. Bahkan bisa bikin tim bangkrut.

Hal ini disampaikan oleh insinyur senior Aprilia, Marco De Luca, yang mengatakan transisi ke mesin baru bisa menjadi "suicide cost" alias beban biaya yang sangat berat bagi tim.

Regulasi MotoGP 2027 memang merombak sangat besar konstruksi motor, dari mesin saja mereka harus menurunkan kapasitas dari sebelumnya 1.000 cc menjadi 850 cc.

Langkah ini diambil oleh Dorna Sports selaku promotor, untuk menekan kecepatan motor, meningkatkan faktor keselamatan pembalap, serta membuat kompetisi lebih merata.



Marco De Luca menganggap, perubahan kapasitas mesin di regulasi MotoGP 2027 bukanlah solusi paling efisien karena sangat membebankan finansial tim.

"Dari segi biaya, pengembangan mesin ini merupakan suicide cost, menurut saya, karena kita perlu...menurut pendapat pribadi saya, seseorang dapat mencapai hasil yang sama dengan cara yang jauh lebih sederhana," ujarnya seperti dikutip dari Crash.

Dirinya mencontohkan dengan mengganti ban dari Michelin ke Pirelli di 2027 nanti menjadi perubahan sederhana namun hasilnya bisa sama.

Meskipun memiliki tujuan yang baik yakni untuk keselamatan, mesin yang lebih kecil juga tidak membuat biaya produksi menjadi lebih murah.





"Tapi kalau ditanya apakah harganya akan lebih murah, awalnya sih tidak. Ini akan jadi motor yang benar-benar baru," ketusnya.

"Anda perlu merevisinya, karena dalam kompetisi tingkat tinggi, Anda memiliki mesin yang lebih kecil, lebih ringan, dan akan diposisikan dengan cara yang berbeda. Knalpotnya akan berbeda, sistem pendinginnya akan benar-benar berbeda, intake udara, semuanya akan berbeda. Jadi Anda tidak bisa mengambil mesin baru dan memasangnya di motor (yang sekarang) ini," lanjutnya.

De Luca mengatakan, MotoGP 2027 akan menjadi pertandingan yang sulit, sehingga perlu dikerjakan dari jauh hari.

"Sementara dari sudut pandang ekonomi, bagi kami ini merupakan tantangan besar," sebutnya.



Perlu diketahui, regulasi MotoGP 2027 bukan sekedar penurunan mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc saja. Tetapi juga beberapa perangkat yang perlu dihilangkan atau disesuaikan untuk membuat balapan menjadi lebih menarik.

Salah satunya adalah bahan bakar, MotoGP 2027 harus menggunakan bahan bakar ramah lingkungan 100 persen. Kapasitas tangki pun dipangkas menjadi hanya 20 liter saja untuk balapan utama dan 11 liter untuk balapan sprint.

Perangkat aerodinamika turut diregulasi lebih ketat hingga dikurangi jumlahnya sehngga bagian fairing akan lebih sempit dari biasanya.

Fitur seperti Ride-Height Device dan Hole-Shot akan dilarang karena dapat mengontrol performa yang membuat skill pembalap tidak terlalu dibutuhkan.

Regulasi MotoGP 2027 lainnya seperti data GPS semua pembalap akan dibagikan kepada tim lain untuk meningkatkan kompetisi serta penilaian sistem konsesi baru.