Automotive

Pengamat Sebut Mobil Nasional Sulit Bersaing dengan Raksasa Otomotif

Brian Priambudi
Pengamat Sebut Mobil Nasional Sulit Bersaing dengan Raksasa Otomotif

Uzone.id - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto bersama jajaran kabinetnya sedang merumuskan untuk mendirikan mobil nasional. Meski ada yang mendukung, namun ada juga pengamat yang menolak rencana tersebut.

Agus Pambagio selaku Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan pengamat kebijakan publik mengatakan wacana mobil nasional adalah ide yang tidak relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

"Kita sampai hari ini masih bicara soal mobil nasional. Itu buat saya juga tidka masuk akal karena menambah kepadatan," ujarnya dikutip oleh Uzone.id dari Kompas.

Agus mengatakan, produksi mobil nasional sangat berat jika ingin dipasarkan keluar negeri alias ekspor. Menurutnya tantangan akan datang dari negara yang sudah memiliki industri otomotif yang besar.



Sebut saja seperti Jerman, Prancis, Italia, Korea, China, Amerika, dan Jepang yang sudah lama dikenal sebagai negara raksasa otomotif.

Menurut Agus, dalam pasar global mobil nasional akan kalah saing dengan merek-merek seperti Toyota, Hyundai, Mercedes-Benz, Chevrolet, BYD dari negara-negara yang disebutkan tadi.

"INgat kasus Timor? ITu dihajar habis karena cuma ganti emblemnya saja. Sementara Proton (mobil buatan Malaysia) bisa bersaing. Hal itu akrena dia menyewa girboks Mitsubishi untuk 20 tahun. Sehingga dia aman sampai sekarang," ungkapnya.





Agus berpendapat jika proyek mobil nasional dipaksakan dan digarap dengan terburu-buru, justru tidak dapat terwujud di masa mendatang.

Baginya sekelas Maung yang sudah digunakan Presiden RI Prabowo Subianto pun masih menggunakan sasis Toyota Hilux dan SsangYong. Penggunaannya pun terbatas di kalangan militer saja.

"Kalau mau dijadikan kendaraan pribadi saya rasa itu tidak masuk akal. Itu pasti gagal," cetusnya.



Menurug Agus, pemerintah akan lebih ideal jika berfokus pada produksi kendaraan-kendaraan besar untuk transportasi umum.

Dengan demikian, pajak, harga, dan lain-lainnya masih bisa diterima oleh pengguna angkutan umum. Ditambah lagi mobil nasional diyakini akan menambah jumlah populasi kendaraan yang kerap menimbulkan kemacetan di kota besar.

Sebelumnya diberitakan, mobil nasional diduga akan muncul dari Indigenous Indonesian Car alias I2C yang pernah mejeng di GIIAS 2025 kemarin. Kabarnya Hyundai berminat untuk bekerja sama membantu pemerintah mewujudkan mobil nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga telah mengatakan kalau mobil nasional akan punya harga yang terjangkau yakni di bawah Rp300 juta.