Pengamat: Frekuensi 2,6 GHz Kunci Internet Indonesia Tembus 100 Mbps
Uzone.id — Penetrasi internet
di Indonesia kini mencapai 80,66 persen atau sekitar 229 juta warga Indonesia
sudah terhubung ke Internet. Namun, yang masih menjadi PR bagi pemerintah dan
berbagai pihak adalah kecepatan internet Indonesia yang masih jauh dibandingkan
negara Asia Tenggara.
Saat ini, median kecepatan internet di Indonesia mencapai
64,76 Mbps untuk fixed broadband dan 61,70 Mbps untuk mobile. Angka ini masih
sangat kecil jika dibandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai 150 Mbps.
Syahrial Syarif, Kabid Regulasi APJII mengatakan bahwa saat ini, kunci atau fundamental untuk menyelesaikan permasalahan kecepatan internet di Indonesia adalah spektrum frekuensi.
“Frekuensi 2,6 itu bisa dapat 60-70 mbps dan 3,5 Ghz itu
bisa dapat 100 Mbps per operator, itu modal utama kita untuk bisa meningkatkan
kecepatan itu,” katanya dalam acara Indotelko Forum, Kamis, (27/11).
Senada dengan itu, lelang frekuensi 2,6 Ghz dapat menjadi
jawaban bahkan bisa menambah bandwidth sehingga bisa mencapai kecepatan
internet 100 Mbps.
“Di sisi infrastruktur, akan ada lelang lagi, 2,6 Ghz ya. Nah ini saya pikir akan menambah bandwidth, akan menambah kecepatan juga. Apalagi di Indonesia itu memang terbanyak tadi mobile aksesnya,” ujar Ginanjar, Direktur and Chief IT Services Lintasarta di kesempatan yang sama.
Menurutnya, dengan bandwidth yang lebih besar, median
internet yang tadinya masih dibawah 100mbps bisa naik diatas angka tersebut.
“Sehingga kalau bandwidth-nya lebih besar, nanti yang
mediannya tadi masih di bawah 100 Mbps bisa jadi 100 Mbps. Tentunya akan banyak
sekali use cases-use cases yang akan bisa running on top dari sana dengan
capability 100 mbps ini,” jelasnya.
Kecepatan ini dapat mendukung use-case yang membutuhkan
jaringan 5G. Termasuk, automated vehicle, robotic, manufacturing, hingga
mining.
“Tapi sekali lagi, 5G adalah platform untuk innovation.
Latency, automated vehicle, robotic, manufacturing, mining itu butuh. Aplikasi-aplikasi
yang membutuhkan 5G dengan low latency, massive IoT dan lain-lain,” tambahnya.