Automotive

Pengalaman Ngecas Motor Listrik di SPKLU Roda 2, Banyak yang Eror?

Brian Priambudi
Pengalaman Ngecas Motor Listrik di SPKLU Roda 2, Banyak yang Eror?

Uzone.id - Baru-baru ini Uzone.id melakukan review terhadap salah satu produk motor listrik Polytron Fox 500. Selagi menggunakan motor listrik, kami pun mencicipi fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum  Roda 2 (SPKLU R2).

Pertama-tama untuk mengetahui lokasi SPKLU R2 di Indonesia bisa dipantau lewat aplikasi PLN Mobile yang biasa digunakan oleh pengguna mobil listrik juga.

Di dalam aplikasi tersebut, terdapat pilihan electric vehicle, kemudian di dalamnya ada beberapa pilihan termasuk SPKLU R2.

Sayangnya jumlah SPKLU R2 di Indonesia ternyata tidak sebanyak SPKLU untuk mobil listrik. Berdasarkan aplikasi PLN Mobile hanya terdapat 496 unit SPKLU R2, sementara SPKLU untuk mobil listrik mencapai 4.242 unit.

Untungnya salah satu unit SPKLU R2 terletak di Kantor PLN UP3 Pondok Gede, kami pun berkunjung ke sana untuk mencoba fasilitas tersebut.

Hasilnya, SPKLU R2 hanya berbentuk colokan biasa seperti yang ada di rumah-rumah. Sehingga pengguna wajib membawa pengisi daya bawaan yang dimiliki motor listrik yang digunakan.



Sayangnya, saat pertama kali mencoba mengecas tidak bisa langsung tersambung antara pengisi daya dan motor listriknya, alias tidak terisi baterainya.

Namun setelah mendapatkan informasi dari satpam yang menjaga lokasi tersebut, terdapat colokan yang tidak berfungsi dan yang masih berfungsi.

Pengelola pun seperti memberikan isyarat berupa tanda centang pada colokan yang berfungsi, tentu ini sangat disayangkan mengingat jika penggunanya banyak maka akan terjadi antrean yang panjang.





Menariknya, terdapat fasilitas berupa ruang tunggu bagi yang mengecas motor listrik berupa bilik ruangan kecil dengan sofa yang sudah tersedia air serta beberapa bungkus kopi serta teh yang bisa dikonsumsi secara gratis.

Karena masih mengandalkan charger bawaan motor listrik, maka pengisian dayanya pun sama seperti di rumah. Artinya tidak memiliki kelebihan apapun, karena Polytron Fox 500 yang kami gunakan perlu menunggu 1,5 jam untuk mengisi sebanyak 1,5 kWh saja.

Saat kami cek presentase baterai, hanya dengan 1,5 kWh sudah mengisi dayanya hingga 40 persen.



Jika ingin mengisi penuh, maka akan sama dengan klaim pihak Polytron dimana 0-100 persen membutuhkan waktu hingga 5 jam.

Berdasarkan catatan transaksi di PLN Mobile untuk mengisi daya 1,5 kWh membutuhkan biaya hanya Rp3.788 saja, itupun sudah termasuk biaya PBJT-TL dan biaya layanan.

Sehingga jika melakukan pengecasan di rumah, tentunya masih jauh lebih murah dibandingkan dengan di SPKLU R2.

Memang sejauh ini motor listrik yang dijual di Indonesia belum memiliki standarisasi baterai, sehingga memiliki charger yang berbeda-beda.

Tidak seperti mobil listrik yang sudah diseragamkan antara AC charger, charger DC CCS2 atau CHAdeMO. Sehingga mobil yang sudah dilengkapi charger DC CCS2 bisa mengisi lebih cepat hingga 200 kW.