Pemutihan Pajak Jabar Sisa 2 Minggu, Jangan Sampai Kelewat!
Uzone.id - Program pemutihan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat akan segera berakhir pada 30 September 2025. Kalian yang memiliki tunggakan pajak, ini adalah kesempatan terakhir untuk melunasi kewajiban tanpa perlu pusing memikirkan denda
Sebab, kalian hanya diwajibkan membayar pokok pajak tahun berjalan, sementara seluruh denda dari tahun-tahun sebelumnya otomatis hangus. Selain itu, program ini juga membebaskan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II.
Adapun, pembebasan ini mencakup penghapusan pokok tunggakan atas keterlambatan pendaftaran, denda, hingga pajak satu tahun ke depan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pembayaran hingga hari-hari terakhir program untuk menghindari antrean panjang di kantor Samsat.
"Manfaatkan kesempatan ini sebelum berakhir. Jangan sampai menunggu di hari terakhir karena biasanya antrean panjang," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Asep Supriatna, dikutip dari situs resmi Bapenda Jawa Barat, Sabtu (13/9).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahkan memberikan peringatan tegas agar masyarakat tidak mengabaikan kesempatan ini.
"Seluruh keringanan sudah diberikan, jangan bandel ya. Kalau sampai pada batas yang ditentukan belum bayar juga, jangan salahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kalau nanti mobil dan motornya tidak bisa digunakan di jalan raya," tegas Gubernur yang sering disapa KDM ini.
Awalnya, program ini dijadwalkan berakhir pada Juni 2025. Namun, melihat antusiasme warga yang begitu tinggi, Pemprov Jabar memutuskan untuk memperpanjang masa berlakunya hingga akhir September. Untuk memaksimalkan pelayanan, Asep juga menyebutkan bahwa kantor Samsat tetap buka pada hari Sabtu dan Minggu.
Setelah program ini selesai, tim Pembina Samsat yang terdiri dari Bapenda, Jasa Raharja, dan Polda Jabar akan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kami akan mengevaluasi bagaimana strategi agar kepatuhan membayar pajak bisa terus menguat. Apakah pendekatannya mulai tegas, atau bagaimana teknisnya, nanti akan kami bahas," pungkas Asep.