Govtech

Pemkot Yogyakarta Geber SPBE Lewat Jogja Smart Service untuk Publik

Hani Nur Fajrina
Pemkot Yogyakarta Geber SPBE Lewat Jogja Smart Service untuk Publik

Uzone.id — Yogyakarta kembali jadi sorotan nasional. Kota yang identik dengan budaya dan sejarah ini kini juga dikenal sebagai laboratorium hidup untuk smart city.

Hal itu terlihat ketika Pemerintah Kota Yogyakarta menekankan percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada ajang Forum Smart City Nasional 2025 yang digelar di Hotel Tentrem pada akhir Agustus kemarin.

Forum yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI tahun ini mengusung tema 'Inovasi Kota Cerdas Mewujudkan Kedaulatan, Ketahanan, dan Keberlanjutan Indonesia Emas'.





Tema tersebut disebut sejalan dengan amanah kemerdekaan, bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus memastikan kedaulatan bangsa di era digital, memperkuat ketahanan nasional terhadap berbagai krisis, sekaligus menjamin keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Forum Smart City 2025 ini juga menghadirkan sekitar 251 pemerintah kota/kabupaten yang sudah mendapatkan pendampingan smart city dari Komdigi. Ajang ini menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi lintas daerah.

Menjadi tuan rumah, Pemkot Yogyakarta tak hanya menyambut peserta, tetapi juga memamerkan langkah nyata digitalisasi pelayanan publik.





Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa digitalisasi SPBE memiliki dua fungsi utama. Pertama, percepatan layanan publik. Kedua, SPBE menjadi fondasi integrasi data.

“Oleh karena itu layanan yang cepat, berbasis digitalisasi kita kerjakan melalui Jogja Smart Service (JSS) yang sudah diselenggarakan di Kota Yogyakarta,” jelas Hasto, mengutip situs resmi Pemkot Yogyakarta.

Lebih lanjut, Pemkot Yogyakarta tengah merintis konsep Single ID, Single Window, dan Single Sign-On untuk menghadirkan one and single website di tingkat daerah. Harapannya, data sektoral, nasional, hingga lokal bisa saling terhubung demi pelayanan publik yang lebih akurat dan efisien.

Tak berhenti di situ, Hasto juga menyinggung program percepatan atau quick wins 100 hari kerja. Contohnya, sistem digitalisasi parkir yang mulai diterapkan di Yogyakarta.





“Mudah-mudahan ini jadi best practice layanan digitalisasi di Kota Yogyakarta,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X menekankan pentingnya forum ini dalam mendorong Indonesia Emas 2045.

“Kondisi itu menuntut kita terus berinovasi, meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat ketahanan nasional melalui pembangunan berbasis teknologi dan pemanfaatan informasi yang cerdas,” ujarnya.

Dari sisi pusat, Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Komdigi Mira Tayyiba menegaskan bahwa transformasi digital hanya bisa berjalan lewat sinergi.





“Kami yang menyusun standar, pemerintah provinsi, kabupaten, kota yang mengimplementasikan. Sinergi ini menjadi kunci terciptanya pelayanan publik,” katanya.

Langkah Pemkot Yogyakarta lewat SPBE dan Jogja Smart Service jadi bukti bahwa smart city bukan hanya jargon, melainkan sudah menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

Dengan kolaborasi lintas pihak, Yogyakarta berambisi menjadi kota cerdas yang berkelanjutan sekaligus contoh bagi daerah lain di Indonesia.