Peminatnya Sedikit, Honda Mulai Tinggalkan Motor Bebek?
Uzone.id - Tren sepeda motor di Indonesia memang didominasi oleh skuter matik, bahkan pabrikan mulai jarang memberikan pembaruan pada motor jenis bebek. Apakah segmen motor bebek mulai ditinggalkan?
Jika dilihat dari pangsa pasarnya, skutik masih menjadi idaman konsumen dan masih terus berkembang. Sementara motor segmen bebek dan sport semakin berkurang dari tahun ke tahun.
Octavianus Dwi selaku Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan pasar skutik saat ini sudah menguasai lebih dari 90 persen penjualan.
"Saat ini market-nya motor matic itu 92 persen. Artinya yang cub (bebek) dan motor laki itu akhirnya hanya segmen tertentu saja," ujar Octa di Cikarang, Jawa Barat belum lama ini.
Octa membeberkan lagi, dari sisa pangsa pasar 8 persen yang tidak diambil segmen skutik, motor bebek masih cukup stabil di 5 persen.
Sedangkan segmen motor sport pasarnya terus mengecil, artinya hanya tersisa sekitar 3 persen saja.
Meskipun pangsa pasar dari segmen sport dan bebek sangat kecil, Octa mengaku AHM akan terus memberikan pilihan produk tersebut.
"Kita tetap akan eksis. Dari 17 motor baru (yang meluncur 2025), banyak yang big bike dan sport. Kita mencoba untuk tetap menjaga eksistensinya," jelasnya.
Jika dilihat, selama tahun 2025 ini Honda masih merilis sejumlah model sport dari CB650R, CRF1100L atau Africa Twin, dan beberapa model lain.
Sementara untuk model bebek, hanya mendapatkan pembaruan atau penyegaran warna saja. Berdasarkan catatan Uzone.id, terakhir kali merek asal Jepang ini meluncurkan motor bebek yang benar-benar baru adalah di tahun 2019.
Kala itu, Honda memberikan tampilan baru untuk motor ayam jagonya yakni Supra GTR150 yang menjadi pesaing dari Yamaha MX-King.
Sementara itu model seperti Sonic dan Supra X 125 hingga kini belum mendapatkan pengembangan lebih lanjut. Padahal merek kompetitor yakni Suzuki baru saja meluncurkan Satria Pro yang mengisi segmen bebek sport sekaligus pesaing dari Sonic.