Pemerintah PHP Subsidi Motor Listrik, Ini Jurus Pabrikan Hadapi Pasar
Uzone.id - Subsidi motor listrik yang tak kunjung diturunkan oleh pemerintah membuat pabrikan jengah hingga mengucurkan promo sendiri yang nominalnya cukup besar.
Belakangan ini disampaikan oleh Faisol Riza selaku Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) soal subsidi motor listrik yang akan turun di Agustus 2025 ini.
Kemudian masuk di bulan Agustus 2025, bukannya kabar baik yang didapat, namun justru kabar buruk berupa subsidi motor listrik yang masih digodok oleh sejumlah stakeholder dan kementerian.
Bahkan menjelang akhir Agustus ini, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan subsidi motor listrik akan segera digelontorkan oleh pemerintah.
Hal ini tentu membuat kebingungan baik dari para pelaku industri motor listrik atau konsumen yang hendak membeli.
Di sisi konsumen, tentu akan menunggu kepastian dari pemerintah sehingga menunda pembelian motor listrik agar tidak rugi.
Di sisi lain, konsumen yang menunda pembelian tentu berpengaruh terhadap keberlangsungan penjualan mereka yang makin merosot seiring waktu.
Oleh karenanya, beberapa pabrikan pun menggelontorkan sejumlah promo baik berupa diskon atau skema pembelian khusus untuk produk motor listrik mereka.
Seperti yang dilakukan oleh Polytron, merek motor dalam negeri ini menggelontorkan diskon setara dengan subsidi yang diberikan pemerintah di tahun 2024 lalu yakni Rp7 juta per unit.
Promo diskon Rp7 juta untuk motor listrik Polytron pun berlaku untuk pembelian Fox-R dan Fox-S sejak beberapa bulan lalu. Sementara produk flagshipnya Fox 500 mendapatkan promo diskon hingga Rp5 juta.
Nah di Alva tidak memberikan promo potongan harga, melainkan menawarkan skema berlangganan baterai agar harga banderol produk motor listriknya bisa semakin murah.
Skema berlangganan baterai ini hanya ditawarkan pada produk termurah mereka yakni Alva N3. Kini motor listrik tersebut bisa di bawa pulang dengan harga Rp20,5 juta saja, namun tidak memiliki baterai alias sewa sebesar Rp250 ribu per bulan untuk dua baterai.
Angka tersebut lebih murah Rp8 juta daripada opsi pembelian Alva N3 dengan satu baterai yang dibanderol Rp28,5 juta dan lebih murah Rp15 juta dari opsi dua baterai yang ditawarkan sebesar Rp35,5 juta.
Sebelumnya Alva juga memberikan promo diskon Rp7 juta selama pameran GIIAS 2025 untuk menarik minat pengunjung membeli produk motor listrik mereka.
Sebelumnya diberitakan pada 7 Agustus 2025, Setia Diarta selaku Direktur Jenderal Industri Logam, mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan saat ini pihaknya masih terus rapat dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta kementerian terkait lainnya untuk membahas subsidi motor listrik.
Setelah bahasan selesai, barulah Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) soal subsidi kendaraan roda dua bertenaga listrik bisa diturunkan.
"Ada beberapa hal sudah dipetakan namun harus menunggu arahan dari Presiden atau lewat Rakortas terkait jenis baterai yang disiapkan. Kemudian juga berapa lama insentif diberikan," sebut Setia seperti dikutip dari Antara.