Automotive

Pemerintah Mulai Uji Coba Biodiesel B50, Gimana Hasilnya?

Brian Priambudi
Pemerintah Mulai Uji Coba Biodiesel B50, Gimana Hasilnya?

Uzone.id - Pemerintah Republik Indonesia lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai uji coba jalan (road test) biodiesel B50. Uji coba ini dilakukan sebelum implementasi yang dijadwalkan berlaku pada 1 Juli 2026.

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris, mengatakan hingga kini pemerintah terus mematangkan persiapan implementasi program biodiesel B50.

Proses uji coba jalan saat ini masih berlangsung untuk memastikan kesiapan teknis di lapanan. Targetnya, uji coba akan dilakukan hingga mencapai 50.000 kilometer pada Juni 2026.

Hingga berita ini ditulis, disebutkan pengujian sudah menempuh jarak lebih dari 30.000 kilometer. Lantas bagaimana hasilnya?



"Dari hasil sementara, performanya cukup positif. Salah satu indikatornya adalah interval penggantian filter yang justru menjadi lebih panjang," ujar Harris dalam Forum Diskusi Denpasar 12 yang disiarkan daring.

Harris menjelaskan, hasil uji jalan menjadi sinyal penggunaan campuran biodiesel 50 persen pada solar layak diterapkan secara luas, terutama di sektor transportasi.

Pemerintah juga optimis kalau penerapan B50 bisa berjalan sesuai jadwal pad apertengahan tahun ini, berkaca dari progres uji teknis yang terus menunjukkan hasil positif.





Kesiapan distribusi dan penyesuaian infrastruktur juga menjadi perhatian agar program biodisel B50 ini bisa berjalan sesuai rencana di seluruh wilayah.

Harris mengatakan, dengan percepatan program ini maka dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini terpengaruh konflik global.

"Ini momentum yang tepat untuk memaksimalkan energi dalam negeri dan mengurangi konsumsi BBM," sebutnya.



Diperkirakan, ketika B50 berhasil diterapkan, dapat menekan konsumsi solar nasional hingga sekitar 4 juta kiloliter, artinya terdapat potensi efisiensi sekitar Rp48 triliun.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah mempercepat penyusunan paket kebijakan ekonomi sebagai respons atas tekanan global akibat konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi, termasuk bahan bakar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut mencakup penghematan energi, efisiensi anggaran, hingga penguatan program biodiesel B50.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang dibahas dalam rapat koordinasi pada Sabtu (28/3).