Pelajaran BYD Seal Terbakar di Hong Kong: Power Bank di Kabin Mobil!
Uzone.id - Insiden kebakaran mobil listrik kembali menjadi sorotan publik setelah BYD Seal terbakar di Tuen Mun Road, Hong Kong (3/3) sekitar pukul 14:01 waktu setempat.
Menurut laporan media lokal, BYD Seal itu sedang melaju menuju Hung Shui Kiu ketika api tiba-tiba muncul dari bagian kabin.
Situasi tersebut sempat memicu kepanikan pengguna jalan lain serta menyebabkan gangguan lalu lintas di salah satu koridor transportasi penting di wilayah tersebut.
Beruntung, pengemudi perempuan yang berada di balik kemudi berhasil keluar dari kendaraan sebelum api membesar.
Tim pemadam kebakaran dari Hong Kong Fire Services Department tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah laporan diterima dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 14:19 waktu setempat.
Meski kebakaran terlihat cukup besar hingga merusak bagian kabin kendaraan, hasil investigasi teknis yang dilakukan di pusat servis resmi BYD mengungkap fakta yang cukup mengejutkan.
Sumber api ternyata bukan berasal dari sistem kelistrikan mobil maupun baterai utama kendaraan.
Dalam pernyataan resminya, BYD menjelaskan bahwa kebakaran dipicu oleh sebuah power bank atau pengisi daya portabel yang diletakkan di kursi penumpang depan.
Perangkat tersebut diduga mengalami korsleting atau fenomena thermal runaway yang kemudian memicu api di dalam kabin.
“Investigasi memastikan bahwa sistem tegangan tinggi kendaraan tidak terlibat dalam penyebab awal kebakaran,” tulis pernyataan resmi BYD, dikutip dari Carnewschina.
Meski api cukup besar hingga membuat plastik interior dan kaca kabin meleleh, komponen baterai utama mobil tetap berada dalam kondisi utuh. Hal ini termasuk paket baterai Blade Battery yang menjadi salah satu teknologi andalan BYD.
Blade Battery pada Seal menggunakan kimia baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang dikenal memiliki stabilitas termal lebih tinggi dibandingkan baterai NMC (Nickel Manganese Cobalt).
Dalam kondisi ekstrem, baterai LFP baru berpotensi mengalami reaksi eksotermik pada suhu di atas 500 derajat Celsius, jauh lebih tinggi dibandingkan NMC yang berada di kisaran sekitar 200 derajat Celsius.
Struktur baterai juga berperan penting dalam mencegah api merambat ke sel baterai. Paket baterai Blade Battery memiliki struktur honeycomb berbahan aluminium yang berfungsi sebagai penghalang panas.
Desain ini membantu menahan suhu tinggi dari kebakaran kabin sehingga tidak menembus ruang sel baterai.
Selain itu, sedan listrik ini dibangun di atas platform khusus kendaraan listrik milik BYD, yakni e-Platform 3.0. Platform tersebut mengadopsi teknologi Cell-to-Body (CTB), yang mengintegrasikan baterai sebagai bagian dari struktur rangka kendaraan.
Konfigurasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi ruang, tetapi juga memberikan kekakuan struktural hingga 40.500 Nm, angka yang biasanya ditemukan pada sedan performa premium.
Dari sisi keselamatan, Seal juga dilengkapi sejumlah fitur tambahan seperti center airbag yang dirancang untuk mengurangi benturan antar penumpang saat kecelakaan, serta sistem eCall yang secara otomatis menghubungi layanan darurat saat terjadi insiden besar.
Di pasar Hong Kong sendiri, BYD Seal menjadi salah satu rival utama sedan listrik Tesla Model 3. Pada 2025 lalu, pengiriman Seal diperkirakan mencapai sekitar 4.200 unit, sementara Model 3 mencatat sekitar 5.800 unit.
Keduanya sama-sama mengantongi rating keselamatan bintang lima dari Euro NCAP, meski pendekatan teknologi baterai yang digunakan berbeda.
Kasus kebakaran ini pun menjadi pengingat bahwa perangkat elektronik portabel seperti power bank juga dapat menimbulkan risiko keselamatan bila mengalami kerusakan atau overheating, terutama ketika diletakkan di dalam kabin kendaraan yang tertutup.