Telco

Pasca Merger, Berapa Jumlah Pelanggan dan Trafik XLSmart?

Hani Nur Fajrina
Pasca Merger, Berapa Jumlah Pelanggan dan Trafik XLSmart?

Uzone.id – XLSmart membeberkan beberapa data pencapaiannya sejak satu tahun merger. Operator hasil merger XL Axiata dan Smartfren tersebut mencatat trafik sepanjang 2025 berada di angka 14.566 Petabyte (Pb). Lantas, berapa jumlah pelanggan dan BTS-nya?

Kenaikan tersebut didorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital, mulai dari streaming video, mobile gaming, hingga layanan berbasis cloud dan AI.

Sedangkan trafik data sampai akhir Desember 2025 tercatat 14.566 Pb, alias pertumbuhannya mencapai double digit.

“Per akhir Desember 2025, jumlah pelanggan mobile XLSmart di angka 73 juta user dengan total trafik 14.566 Pb. Sedangkan pelanggan broadband tetap ada di angka 940 ribu user, karena ‘kan Link Net atau First Media sudah di bawah kita, bahkan di tahun ini sudah bersatu di dalam XL Satu,” jelas Direktur & Chief Finance Officer XLSmart Antony Susilo saat acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 20 Mei 2026 di kantor XLSmart, Jakarta Selatan.

Ia melanjutkan, “selama 2025 juga, ARPU [Average Revenue Per User] kami di Rp39.500 untuk seluler.”





Antony juga sembari membagikan data yang sudah dicapai perusahaan sepanjang kuartal pertama 2026 (Q1 2026). Tercatat ARPU perusahaan naik 20 persen secara year-on-year (YoY) di angka Rp47.300.

“Untuk BTS, per Q1 2026 ini kami mencatat di angka 253.750, meningkat 54 persen YoY. Menariknya, per Desember 2025 itu BTS 5G kami baru ada di 13 kota di Indonesia. Tapi per Q1 2026, kami sudah ekspansi di total 43 kota. Untuk BTS 5G sendiri, kami sudah punya 12.631 BTS,” lanjut Antony.

XLSmart hingga saat ini memang cukup teliti dan detail dalam memilih kota di Indonesia untuk menggelar jaringan 5G-nya.




“Kami harus memilih kota yang device penetration-nya sudah mencapai threshold agar jaringan 5G dapat digunakan sesuai fungsi dan efisien oleh para pelanggan,” ucapnya lagi.

Sedangkan untuk pelanggan mobile XLSmart, ada penurunan di Q1 2026. Jika dibandingkan dengan per Desember 2025 di angka 73 juta user, Q1 2026 tercatat 69,4 juta user. Dengan kata lain ada penurunan sekitar 5 persen, walaupun secara YoY angka tersebut naik 18 persen.

Sepanjang 2025, XLSmart mencatat pendapatan sebesar Rp42,49 triliun atau tumbuh 23 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, normalized EBITDA perusahaan mencapai Rp20,14 triliun atau naik 13 persen secara tahunan. Laba bersih yang dinormalisasi juga melonjak 63 persen menjadi Rp3 triliun.



Perusahaan menyebut pertumbuhan tersebut didorong sinergi pasca merger yang mulai berjalan efektif, terutama dalam efisiensi operasional, optimalisasi jaringan, dan peningkatan kualitas layanan pelanggan.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025 termasuk pengesahan laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit.

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan sebagai auditor eksternal untuk tahun buku 2026 serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.

Ke depan, XLSmart menegaskan akan terus melanjutkan transformasi bisnis pascamerger secara bertahap dan berkelanjutan.

Perusahaan juga berencana terus memperkuat jaringan, mempercepat integrasi infrastruktur, meningkatkan efisiensi operasional, hingga menghadirkan layanan digital yang lebih relevan untuk pelanggan dan dunia usaha di Indonesia.