Digilife

Pasca Diusir dari WhatsApp, ChatGPT Hadirkan Fitur Grup buat Chatting

Vina Insyani
Pasca Diusir dari WhatsApp, ChatGPT Hadirkan Fitur Grup buat Chatting

Uzone.id — Setelah ‘diusir’ dari WhatsApp, OpenAI tak ingin tinggal diam dan membalasnya dengan menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna dan pengguna lain saling berbincang di chatbot AI mereka.

Hal ini terungkap setelah OpenAI mulai melakukan uji coba fitur group chat di ChatGPT untuk pengguna di Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Taiwan baru-baru ini.

Fitur tersebut bekerja mirip seperti grup percakapan di aplikasi perpesanan, bedanya ChatGPT ikut menjadi salah satu anggota grup mereka.




Melansir dari Engadget, Sabtu, (15/11), dengan fitur baru ini, pengguna bisa berdiskusi bersama teman atau keluarga sambil meminta bantuan ChatGPT, mulai dari menyusun itinerary liburan, mencari ide renovasi, sampai menentukan restoran yang cocok untuk semua orang. 

Fitur ini juga bisa dipakai untuk kolaborasi tugas sekolah atau pekerjaan, ChatGPT pun bisa membuat garis besar laporan berdasarkan artikel dan catatan yang dibagikan anggota grup.

Setelah dirilis, pengguna bisa menggunakan fitur chat ini dengan cara mengklik ikon orang di pojok kanan atas layar. Setelah itu, pengguna bisa menambahkan orang lain atau membagikan tautan grup kepada satu hingga 20 orang. 

Mereka yang bergabung perlu membuat profil berisi nama, username, dan foto. Perlu dicatat, siapa pun yang memiliki tautan dapat mengundang peserta lain masuk. 




Setiap anggota juga bisa membisukan atau mengeluarkan peserta lain kapan saja, kecuali pembuat grup. Jika ada peserta di bawah 18 tahun, chatbot akan otomatis membatasi konten sensitif untuk seluruh anggota.

Untuk kemampuannya, respons ChatGPT di dalam grup akan ditenagai oleh GPT-5.1 Auto, yang bisa memberikan model terbaik untuk menjawab sesuai konteks percakapan. 

OpenAI menjelaskan bahwa chatbot telah diajarkan untuk memahami alur obrolan dalam grup, sehingga ia tahu kapan perlu merespons dan kapan harus diam. 

Tapi, peserta tetap bisa memanggil ChatGPT kapan saja dengan menyebut “ChatGPT.” OpenAI juga menyampaikan bahwa mereka akan terus menyempurnakan fitur ini berdasarkan masukan dari para pengguna awal sebelum akhirnya merilisnya secara lebih luas.