PaDi UMKM Gelar PBFS 2025, Catat Transaksi hingga Rp993 Miliar
Uzone.id — PaDi
UMKM, platform digital besutan Telkom kembali menggelar PaDi Business Forum
& Showcase (PBFS) 2025 yang diikuti oleh 70 BUMN serta 25 UMKM.
Digelar pada 10 Desember 2025, PaDi UMKM berhasil mencatatkan
nilai transaksi sebesar Rp993.030.669.106 melalui acara tahunan ini.
PBFS 2025 menghadirkan berbagai kegiatan, salah satunya Speed Business Dating, yaotu sesi pertemuan langsung antara penjual dan pembeli secara one-on-one.
Selain itu, terdapat sesi talkshow bertema “Penguatan Tata
Kelola Pengadaan melalui Jaminan Pelaksanaan” yang menghadirkan sejumlah
narasumber, antara lain Chief Economist Bank Rakyat Indonesia Anton Hendranata,
Kepala Divisi Pengadaan & Logistik Pegadaian Ismanto, serta Branch Manager
Jakarta Cikini Asuransi Kredit Indonesia M Abdul Iwan Siswandono.
Selama acara berlangsung, PBFS 2025 turut menghadirkan showcase UMKM dari berbagai kategori, mulai dari alat tulis kantor, makanan dan minuman, elektronik, hingga fesyen.
Sejumlah pelaku usaha yang berpartisipasi
antara lain Diva Sinergi Adipradana, The British Institute (TBI), Sasongko
Logam, Rendang Mamaden, PT Aseli Dagadu Djokdja, Loftjoy, hingga Rumah BUMN
Palangka Raya, serta puluhan UMKM lainnya.
Terdapat pula sesi spesial Tawaria, yaitu lelang dengan
mekanisme yang transparan dan interaktif. Sesi ini dirancang untuk mendorong
transaksi ritel sekaligus memperkuat kepercayaan dan kolaborasi antar pelaku
bisnis di ekosistem PaDi UMKM.
Sebagai bentuk apresiasi, PaDi UMKM juga memberikan penghargaan kepada BUMN dengan volume transaksi tertinggi. Penilaian dilakukan berdasarkan transaksi sejak 1 November hingga 9 Desember 2025, serta transaksi langsung pada 10 Desember 2025.
Pada Tipe A, peringkat pertama diraih Pertamina dengan nilai
transaksi Rp328 miliar, disusul Telkom di peringkat kedua sebesar Rp90,8
miliar, dan Bank Mandiri di peringkat ketiga dengan Rp85,8 miliar.
Sementara pada Tipe B, SIG menempati posisi teratas dengan
transaksi Rp73,3 miliar, diikuti Pelindo sebesar Rp62,9 miliar, serta Pegadaian
dengan nilai transaksi Rp37,6 miliar.
Kemudian pada Tipe C, AirNav Indonesia meraih peringkat
pertama dengan transaksi Rp27,5 miliar, disusul PELNI sebesar Rp16,9 miliar,
dan ASDP di posisi ketiga dengan Rp9,3 miliar.
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur IT Digital Telkom
Faizal Rochmad Djoemadi dan Senior Director Chief Marketing Officer Danantara
Dendi T. Danianto.
Dalam sambutannya, Faizal menyampaikan komitmen PaDi UMKM
kedepannya untuk terus berinovasi menciptakan fitur yang selaras dengan tata
kelola.
“Selama 5 Tahun PaDi UMKM terus berkembang, berawal dari
marketplace kini sudah menjadi sebuah ekosistem digital yang lengkap.
Kedepannya kami berkomitmen untuk terus berinovasi menciptakan fitur yang tidak
hanya mempermudah proses pengadaan, namun juga tetap selaras dengan Tata Kelola
Perusahaan yang baik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa melalui digitalisasi, perusahaan ingin
menciptakan sistem yang transparan dan efisien, memungkinkan untuk UMKM tidak
hanya berjualan tapi juga naik kelas melalui pasar yang lebih luas dan
program-program pengembangan lainnya.
Sementara itu, Dendi T. Danianto menekankan pentingnya
transformasi budaya layanan dalam meningkatkan peran PaDi UMKM di ekosistem
digital nasional.
Menurutnya, PaDi UMKM tidak
lagi sekadar marketplace, tetapi bergerak menuju ekosistem layanan yang
menghadirkan pengalaman bisnis yang lebih mudah, andal, dan responsif bagi
UMKM.
Ia melanjutkan, “Dengan memperbaiki pain points serta
memperkuat koneksi emosional antara BUMN, UMKM, dan ekonomi digital nasional,
PaDi UMKM harus siap menjadi National B2B Catalyst yang mencerminkan semangat
Layanan Bangsa."