Automotive

Pabrikan Mobil China Tembus 5 Besar Raksasa Otomotif Dunia

Brian Priambudi
Pabrikan Mobil China Tembus 5 Besar Raksasa Otomotif Dunia

Uzone.id - Terdapat beberapa pabrikan mobil China yang mampu masuk dalam 5 raksasa otomotif dunia. Namun peringkat ini bukan berdasarkan penjualan, melainkan nilai perusahaan yang dimiliki tiap pabrikan.

Nilai perusahaan otomotif ini tentu menjadi peta kekuatan industri otomotif dunia. Nilai perusahaan menjadi dasar siapa yang paling kuat di tengah peralihan teknologi dan tren mobil di dunia.

Berdasarkan data kapitalisasi pasar yang dilaporkan Carnewschina, posisi empat besar diisi oleh perusahaan yang sama seperti tahun sebelumnya yakni Tesla, Toyota, Xiaomi, dan BYD.

Tesla masih berdiri di puncak dengan nilai perusahaan yang diklaim mencapai 1.495 miliar dolar AS. Nilai ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya dan meninggalkan pesaing terdekatnya.




Di posisi kedua yakni Toyota dengan kapitalisasi pasar hampir mencapai 279 miliar dolar AS. Meski tidak fokus pada mobil listrik, Toyota menjadi produsen mobil konvensional paling bernilai secara global.

Menariknya posisi ketiga dan keempat diisi oleh pabrikan China yakni Xiaomi dan BYD. Keduanya memiliki nilai perusahaan yang terpaut tipis, Xiaomi memiliki nilai sekitar 131 miliar dolar AS sementara BYD memiliki nilai sekitar 130 miliar dolar AS.

Selain empat besar, terdapat pergeseran posisi seperti General Motors, Mercedes-Benz dan BMW yang berhasil naik peringkat.





Nama besar sepertiFerrari justru mengalami penurunan peringkat, sedangkan Porsche justru tidak masuk dalam daftar 10 besar dunia pada akhir 2025 kemarin.

Bahkan merek seperti Volkswagen Group juga telah memperbaiki posisinya, sementara Maruti Suzuki India berhasil masuk 10 besar menjadikan satu-satunya pabrikan asal India di daftar tersebut.

Dengan nilai perusahan-perusahaan tadi, menunjukkan pabrikan China mulai memiliki pengaruh besar dalam skala industri otomotif global.




Dari total 50 produsen otomotif dengan nilai perusahaan terbesar di dunia, sebanyak 19 perusahaan berasal dari China. Meskipun jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun lalu.

Kuatnya posisi Xiaomi di industri otomotif global ditopang oleh keseriusan perusahaan. Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, bahkan menargetkan pengirian 550.000 kendaraan pada 2026 setelah berhasil menjual lebih dari 410.000 unit di tahun 2025.

Sementara BYD mencatat penjualan kendaraan energi baru sebanyak 4,6 juta unit sepanjang 2025. Dari jumlah ini sekitar 2,25 juta unit merupakan mobil listrik murni, lebih banyak dibandingkan penjualan mobil listrik Tesla di periode yang sama.

Perubahan ini menunjukkan bahwa industri otomotif global sedang mengalami gejolak yang besar ditambah dengan dorongan pengembangan mobil listrik, teknologi mengemudi otomatis, hingga arah investasi ke kendaraan ramah lingkungan.