Pabrik Vespa di Indonesia Cuma Produksi LX 150, Gak Mau Nambah?
Uzone.id - Meskipun Vespa sudah memiliki pabrik di Cikarang, Jawa Barat, namun masih banyak produknya yang dijual di Indonesia merupakan impor utuh dari Vietnam.
PT Piaggio Indonesia (PID) memiliki pabrik yang kapasitas produksinya mencapai 10.000 unit per tahun yang diresmikan sejak tahun 2022 lalu.
Ayu Hapsari selaku Public Relations and Communications Manager PT PID mengatakan pabrik Piaggio sejauh ini hanya memproduksi model LX 150 saja.
Sebelumnya, pabrik tersebut hanya memproduksi LX 125, namun karena di Indonesia model tersebut naik kelas, kini menjadi fasilitas produksi untuk LX 150.
"Jadi Vespa LX 150 cc ini dirakit di Indonesia dan kapasitas sudah terpakai seluruhnya 10.000 unit per tahun," ujar Ayu di Jakarta Selatan, Selasa (7/10).
Padahal jika melihat line-up Vespa di Indonesia cukup banyak, seperti LX 150, Primavera 150, Sprint 150, GTS 150, GTS 300, GTV 300, Elettrica, dan 946.
Sayangnya, pihak PID tampaknya masih belum menginginkan menambah model baru yang akan dibuat secara lokal di Indonesia, termasuk menambah volume produksinya.
"Kita tunggu saja ya, saya belum bisa sharing sekarang. Tetapi pastinya kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia ataupun untuk pabrik kami," sebutnya.
Ayu mengaku, kapasitas produksi pabrik PT PID sebanyak 10.000 unit yang habis dipakai produksi LX 150, hanya untuk memenuhi permintaan pasar domestik saja, alias belum ekspor.
"Jadi kami akan lihat dulu ya, karena ini kan adalah pabrik lama ya dari Piaggio, kami mau mengoptimalisasi yang kami punya sekarang dan kami tidak mau buru-buru," jelasnya.
Sebagai tambahan informasi, pabrik Piaggio Group secara resmi berdiri di Indonesia dan diresmikan pada November 2022 silam.
Pabrik ini menjadi yang ketiga didirikan oleh Piaggio Group di kawasan Asia setelah Vinh Phuc di Vietnam dan Foshan di China yang berdiri lebih dahulu.
Di Indonesia, pabrik Piaggio Group memiliki luas sebesar 6 hektare yang menyerap investasi senilai USD 20 juta atau setara lebih kurangnya Rp313,6 miliar.
Piaggio Group mengklaim pabrik tersebut memiliki fasilitas manufaktur dan telah memenuhi standarisasi pabrik global mereka yang telah diterapkan di seluruh dunia.