Pabrik BYD Hampir Rampung: Menanti Mobil BYD Racikan Subang
Uzone.id - PT BYD Motor Indonesia (BYD) mengumumkan bahwa pembangunan fasilitas manufaktur mobil listrik mereka di Subang, Jawa Barat, kini telah mencapai fase final. Pabrik ini bersiap untuk segera memulai produksi massal dalam waktu dekat.
Menurut Luther, proses mengintegrasikan equipment membutuhkan waktu yang cukup panjang karena berkaitan langsung dengan standar kualitas produk.
Manajemen harus memastikan bahwa setiap kendaraan yang diproduksi dari fasilitas ini "100 persen secara kualitas itu memenuhi standar".
Kecepatan penyelesaian proses ini sangat bergantung pada serangkaian uji coba atau trial yang dilakukan oleh divisi manufaktur.
Meskipun demikian, BYD telah mengantongi sejumlah sertifikasi penting sebagai syarat operasional, seperti sertifikat IKD (untuk kendaraan yang akan diproduksi) dan sertifikat LCEV, serta berbagai sertifikasi standar kelayakan manufaktur.
Dengan demikian, fokus perusahaan kini hanya tinggal "matter of integration, finalization di sisi manufacturing equipment dan trial" agar kualitas produksi optimal.
Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyatakan, bahwa progres saat ini berpusat pada penyelesaian integrasi dan pengujian peralatan manufaktur.
“Kami sudah sampai di tahap-tahap akhir untuk sesegera mungkin melakukan produksi secara massal,” ujar Luther.
Sejalan dengan persiapan fasilitas, BYD juga aktif merekrut tenaga kerja. Fokus utama penyerapan tenaga kerja tahap awal adalah di sektor produksi atau manufaktur untuk mengejar target operasional dan pemenuhan kebutuhan pasar domestik pada tahun ini.
Tidak hanya di lini produksi, BYD turut membuka peluang kerja di sektor-sektor pendukung bisnis, seperti kantor, penjualan, dan distribusi. Upaya integrasi seluruh sektor ini dilakukan agar perusahaan siap beroperasi secepatnya.
Upaya finalisasi pabrik di Subang ini menyusul kinerja kuat BYD di pasar Indonesia pada tahun 2025, di mana perusahaan mencatat total penjualan lebih dari 54.000 unit.