Gadget

Oppo Find X9 Ultra: Saat Ponsel Menantang Kamera Profesional

Trisno Heriyanto
Oppo Find X9 Ultra: Saat Ponsel Menantang Kamera Profesional

Laporan dari Chengdu, China

Uzone.id - “Ini bukan sekadar smartphone, ini kamera berikutnya,” buka Jensen Jie, Smartphone Product Director Oppo.

Kalimat itu muncul ketika ia meluncurkan Oppo Find X9 Ultra di Chengdu, China. Kedengarannya memang berlebihan, tapi kalau dilihat lebih dekat, arah yang diambil Oppo kali ini memang beda.

Dengan bekerjasama dengan Hasselblad, produsen kamera profesional ternama, menunjukkan bahwa Oppo memang serius menggarap ponsel dengan kemampuan fotografi yang memadai.

Oppo menyebut Find X9 Ultra sebagai ‘pocket Hasselblad’. Bukan cuma karena kolaborasi brand, tapi karena pendekatan yang diambil dari awal memang mengarah ke sana.



“Kami memposisikan perangkat ini sebagai ‘pocket Hasselblad’. Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman visual yang mendekati kamera profesional, dengan kualitas yang konsisten di berbagai focal length,” ujarnya, dalam peluncuran ponsel tersebut yang juga dihadiri secara langsung oleh Uzone.id.

Kalau dilihat dari setup kameranya, pendekatan itu langsung terasa. Dua sensor 200MP dipasang sekaligus, ditambah periscope dengan kemampuan zoom optik sampai 10x. Range focal length-nya juga lebar, dari ultrawide sampai tele yang cukup jauh.




Di dunia kamera, range seperti ini biasanya butuh beberapa lensa. Di sini, Oppo mencoba merangkumnya dalam satu perangkat yang masih bisa dimasukkan ke kantong.

Tapi yang lebih menarik bukan cuma angkanya. Cara kerjanya juga mulai berubah. Kamera di sini tidak lagi berdiri sendiri-sendiri. Dalam kondisi tertentu, beberapa modul bisa bekerja bersama untuk membaca depth dan menghasilkan bokeh yang lebih natural. Hasilnya tidak lagi sekadar blur digital yang terlihat memaksa.

Oppo juga terlihat mulai mengerem pendekatan AI yang terlalu agresif. Mereka tetap pakai AI, tapi bukan untuk bikin foto terlihat berlebihan secara instan.

“Yang kami kejar adalah hasil yang lebih natural. AI kami gunakan untuk membantu, bukan untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada,” kata Jensen.

Ini terasa di Master Mode yang masih dipertahankan. Warnanya tidak dibuat terlalu punchy, highlight tidak ditarik berlebihan. Buat sebagian orang mungkin terasa lebih flat, tapi justru itu yang dicari, lebih dekat ke karakter kamera profesional pada umumnya.




Kalau dibawa ke penggunaan sehari-hari, pendekatan ini mulai terasa masuk akal.
Misalnya di konser. Dengan zoom 10x, pengguna bisa ambil gambar dari jarak jauh tanpa harus kehilangan terlalu banyak detail. Biasanya, ini butuh lensa tele yang tidak kecil dan tidak murah.

Di situasi travel juga sama. Satu perangkat bisa dipakai untuk ambil landscape, street, sampai detail objek jauh tanpa harus ganti lensa atau bawa banyak gear.

Untuk video, ambisinya juga mulai kelihatan. Find X9 Ultra sudah mendukung perekaman Log, bahkan bisa impor LUT langsung di perangkat. Ini fitur yang biasanya dipakai di workflow produksi video yang lebih serius.

Artinya, hasil rekaman tidak berhenti di ponsel, tapi bisa langsung lanjut ke proses color grading tanpa harus banyak penyesuaian dari awal.

Meski begitu, batasnya tetap ada. Soal panas saat rekam video, ukuran sensor, sampai ergonomi, semuanya masih jadi tantangan. Oppo juga tidak menutup mata soal itu.

“Kami terus melakukan optimalisasi di sisi efisiensi dan manajemen daya untuk menjaga performa tetap stabil, termasuk saat merekam video dengan beban tinggi,” kata Jensen.