OpenAI Rilis GPT-5 Gratis Sepintar Lulusan PhD, Ini Upgradenya
Uzone.id – OpenAI sudah resmi
merilis model AI terbaru mereka, GPT-5 pada hari ini, Jumat, (08/08). Menurut
klaimnya, GPT-5 ini punya kemampuan setara lulusan S3 atau PhD.
Dalam keterangan resmi yang dibagikan OpenAI, model AI
terbaru mereka mampu memiliki kinerja canggih dalam hal coding, matematika,
penulisan, kesehatan, persepsi visual, dan banyak lagi.
"Memiliki sesuatu seperti GPT-5 tidak akan pernah terbayangkan sebelumnya dalam sejarah," kata CEO OpenAI, Sam Altman dikutip dari Techcrunch.
GPT-5 disebut memiliki level kecerdasan lebih tinggi,
kemampuan penalaran yang lebih akurat, tingkat ‘halusinasi’ yang semakin minim
dan yang paling penting, gratis untuk semua pengguna.
Lalu, apa saja peningkatan dan keunggulan dari GPT-5?
Berbeda dengan GPT-4 yang memungkinkan chatbot AI memiliki
respons cerdas pada berbagai macam pertanyaan, GPT-5 lebih menonjolkan
kemampuan untuk menyelesaikan berbagai macam tugas ‘atas nama pengguna’.
Contohnya, membuat aplikasi perangkat lunak, menavigasi
kalender pengguna, atau membuat ringkasan penelitian.
Gratis!
GPT-5 dirilis untuk semua pengguna baik itu pengguna premium
maupun gratis. Tapi, ada beberapa perbedaan dari masing-masing pengguna.
Untuk pengguna ChatGPT gratis, kalian akan mendapatkan akses
ke GPT-5 dengan batas penggunaan setiap harinya, setelah limit tersebut habis,
kalian akan langsung dialihkan ke model GPT-5-mini yang lebih ringan.
Selanjutnya, untuk pengguna Plus, kalian memiliki benefit yang sama dengan yang versi gratis namun dengan limit penggunaan yang lebih tinggi. Nah, untuk pengguna Pro, OpenAI memberikan akses tak terbatas untuk model AI terbaru ini.
Lebih pintar setara PhD
Setara dengan kecerdasan tingkat tinggi seperti PhD, GPT-5
ini bisa menangani tugas yang cukup kompleks, contohnya mengerjakan analisis
data, programming, memecahkan masalah dengan lebih humanis alias mirip manusia.
Seperti yang diklaim sebelumnya, GPT-5 ini punya kemampuan
penalaran yang lebih akurat ketika diminta untuk mengerjakan coding,
matematika, penulisan, kesehatan, persepsi visual, dan banyak lagi.
Salah satu yang ditonjolkan soal kemampuan GPT-5 ini adalah kemampuannya dalam coding. Yann Dubois, salah satu pemimpin OpenAI memamerkan bagaimana ChatGPT dengan GPT-5 ini membuat aplikasi untuk belajar bahasa Prancis.
Hasilnya, dalam hitungan menit GPT-5 berhasil membuat
aplikasi web lengkap dengan suara dan fungsi permainan.
"Keindahannya adalah kamu bisa melakukan iterasi sangat
cepat dengan GPT-5 untuk membuat perubahan yang diinginkan. GPT-5 benar-benar
membuka dunia baru dalam pengkodean,” kata Dubois dikutip dari Cnet.
Halusinasi yang lebih minim
Salah satu peningkatan yang disorot oleh Altman adalah
tingkat halusinasi di GPT-5 yang semakin minim jika dibandingkan dengan model
sebelumnya. Menurut sistem kartu GPT-5, tingkat halusinasi model baru ini
disebut 26 persen lebih rendah daripada GPT-4o.
Ini artinya, model bahasa ini akan lebih sedikit
menyampaikan kalimat yang tidak akurat atau ‘omong kosong’ belaka. Melalui
salah satu penelitian yang dilakukan di pencarian web, respons GPT-5 kurang
lebih 45 persen lebih kecil kemungkinannya mengandung kesalahan faktual
daripada GPT-4o.
Ketika berpikir, GPT-5 disebut memiliki kesalahan faktual 80
persen daripada OpenAI o3.
Menjawab pertanyaan kesehatan lebih akurat
GPT-5 diklaim menjadi model terbaik OpenAI untuk
pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kesehatan.
Model ini disebut-sebut memiliki skor yang jauh lebih tinggi
dibandingkan model sebelumnya di HealthBench, sebuah evaluasi berdasarkan
skenario realistis dan kriteria yang sudah ditentukan oleh dokter.
Dibandingkan dengan model sebelumnya, model ini akan bertindak
lebih seperti mitra untuk penggunanya. Tak hanya itu, GPT-5 juga akanmengajukan pertanyaan yang mendetail untuk memberikan jawaban yang lebih akurat.
GPT-5 disebut bisa memberikan respon tepat dan andal, beradaptasi dengan konteks, tingkat pengetahuan, dan geografi pengguna, sehingga memungkinkannya memberikan respons yang lebih aman dan lebih bermanfaat dalam berbagai skenario.
Namun, Altman kembali menegaskan, meskipun GPT-5 bisa
memberikan jawaban yang lebih baik namun ChatGPT tetap tidak bisa menggantikan
tenaga medis profesional.
“Anggap saja sebagai mitra untuk membantu memahami hasil,
mengajukan pertanyaan yang tepat dengan penyedia layanan, dan mempertimbangkan
pilihan saat mengambil keputusan,” katanya.
Lebih ‘aman’
GPT-5 membawa kemajuan dalam hal keamanan. Dulu, ChatGPT
mengandalkan pelatihan keamanan yang sifatnya “refusal-based” atau menolak jika
dianggap berisiko. Artinya, berdasarkan pertanyaan yang diajukan, model akan
langsung memutuskan: mau menjawab atau menolak.
Meskipun jenis pelatihan ini bekerja dengan baik untuk
permintaan yang secara eksplisit berbahaya, metode ini dapat kesulitan
menangani situasi ketika pengguna mengajukan perintah yang tidak jelas.
Nah, untuk itu, GPT-5 membawa pelatihan keamanan baru
bernama safe completions yang mengajarkan model untuk memberikan jawaban yang
paling membantu sejauh memungkinkan sambil tetap berada dalam batas-batas
keamanan.
Nantinya, jika model perlu menolak, GPT-5 dilatih untuk
secara transparan memberitahu alasan penolakannya, serta memberikan alternatif
yang aman.