Digilife

OpenAI Kalah, Anthropic Jadi Startup AI Paling Mahal Sedunia

Vina Insyani
OpenAI Kalah, Anthropic Jadi Startup AI Paling Mahal Sedunia

Uzone.id – Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) semakin sengit. Semakin banyak platform AI yang hadir, semakin goyah juga tahta OpenAI yang sempat mendominasi dunia karena ChatGPT.

Goyahnya tahta OpenAI ini pun sudah terjadi dan lambat laun tersalip oleh saingan beratnya, Anthropic. 

Laporan terbaru menyebut bahwa startup AI pemilik Claude tersebut telah mencapai valuasi fantastis sebesar USD1 triliun di pasar sekunder, melampaui OpenAI dengan selisih lebih dari USD100 miliar.

Aktivitas perdagangan ini terjadi di pasar sekunder, tempat saham perusahaan privat diperjualbelikan, biasanya dari karyawan atau investor awal. Lonjakan valuasi ini didorong oleh tingginya minat investor terhadap saham Anthropic, sementara itu permintaan terhadap saham OpenAI malah mulai menunjukkan penurunan.




Melansir dari The New York Times, dalam beberapa pekan terakhir, minat terhadap saham Anthropic meningkat tajam. Para investor berlomba-lomba mendapatkan saham perusahaan tersebut, mendorong harga naik signifikan di berbagai platform perdagangan.

Salah satu faktor yang turut mendorong peningkatan ini adalah kehadiran model terbaru Anthropic, Claude Mythos. Teknologi ini diklaim mampu mendeteksi ancaman siber, meski perusahaan menyebutnya terlalu berisiko untuk dirilis secara luas, yang justru memicu perhatian publik.

Dari sisi bisnis, kinerja Anthropic juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Pendapatan perusahaan melonjak dari USUSD9 miliar pada akhir 2025 menjadi lebih dari USUSD30 miliar pada akhir Maret 2026. Lonjakan ini didorong oleh adopsi luas layanan Claude di sektor komersial.

Meski sempat bersitegang dengan pemerintah Amerika Serikat bahkan sempat masuk daftar hitam untuk proyek Pentagon, hal tersebut tampaknya tidak mengurangi minat investor. 

Bahkan ini menjadi titik balik bagi Anthropic untuk memenangkan kepercayaan masyarakat yang saat ini banyak mengecam pemerintah AS, termasuk dewan pertahanan dan perang, Pentagon.




Di sisi lain, saham OpenAI justru terlihat mulai melemah dan tidak menarik banyak minat. Sejumlah investor institusi disebut kesulitan mencari pembeli saat mereka ingin menjual saham senilai USD600 juta. Padahal, OpenAI baru saja menyelesaikan putaran pendanaan besar senilai USD122 miliar.

Tak hanya valuasi yang tinggi, harga saham Anthropic juga melonjak hingga 211 persen dalam tiga bulan terakhir, sementara saham OpenAI hanya naik sekitar 8,5 persen dalam periode yang sama.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran minat dari yang awalnya membidik OpenAI, kini justru semakin terpecah belah ke berbagai arah seiring dengan bertambahnya platform AI yang diluncurkan, termasuk Gemini AI, Anthropic, Meta AI hingga Grok AI.