OpenAI Bikin Google Rugi Rp2.494 Triliun Gara-gara Rilis ChatGPT Atlas
Uzone.id — OpenAI
sudah resmi memperkenalkan ChatGPT Altas, sebuah browser berbasis AI untuk
menyaingi Google Chrome. Baru juga dirilis, Atlas benar-benar membuat Chrome
ketar-ketir.
Browser berbasis AI dari OpenAI ini berhasil mengguncang
pasar saham global–termasuk nilai pasar induk Google, Alphabet.
Mengutip dari Times of India, nilai pasar Alphabet terjun
hingga US$150 miliar (sekitar Rp2.400 triliun) pada Selasa (22/10), beberapa
saat setelah OpenAI memperkenalkan ChatGPT Atlas ke seluruh dunia.
Penurunan nilai saham yang cukup besar ini menjadi salah satu reaksi pasar terbesar terhadap peluncuran produk teknologi tahun ini.
Peluncuran Atlas sendiri tidak dilakukan secara meriah oleh
OpenAI, perilisannya diawali dengan video misterius berdurasi enam detik di
platform X, menampilkan deretan tab browser, lalu dilanjutkan siaran langsung
yang dibawakan oleh CEO OpenAI, Sam Altman.
Altman sendiri menggambarkan ChatGPT Atlas lebih dari
sekadar pesaing baru untuk Google Chrome, melainkan sebuah revolusi dalam
pengalaman menjelajah internet. Meskipun dibangun di atas teknologi yang sama
dengan Chrome, yakni Chromium, Atlas menghadirkan ChatGPT yang terintegrasi
langsung di setiap halaman web.
Salah satu keunggulan yang ditonjolkan oleh Atlas adalah
pengguna tak perlu lagi berpindah tab atau menyalin teks untuk bertanya ke
AI.
Fitur andalan lain dari browser ini adalah “agent mode”, di mana AI bisa mengendalikan kursor dan keyboard untuk menyelesaikan tugas kompleks seperti memesan tiket pesawat, meneliti produk, hingga mengedit dokumen.
Semua dilakukan secara otomatis, bahkan bisa dilakukan
sambil pengguna menonton atau meninggalkan layar.
“Kami percaya kalau AI ini mewakili sebuah peluang langka
yang hanya datang sekali dalam satu dekade untuk memikirkan kembali apa arti
dari sebuah browser,” ujar Altman.
Langkah berani OpenAI ini menjadi tantangan besar bagi
dominasi Google di pasar browser. Selama ini, pendapatan utama Google berasal
dari iklan pencarian, yang bisa terancam oleh mesin pencari berbasis AI yang
memberikan jawaban langsung tanpa menampilkan halaman penuh iklan.
Tapi Google sendiri tidak terlalu ketinggalan jauh, pasalnya
raksasa teknologi itu baru saja mengintegrasikan Gemini AI ke dalam Chrome
sehingga pengalaman AI bisa dirasakan semua pengguna di hampir seluruh layanan
Google.