Ramadan

Ojol Mendadak 'Langka' Jelang Lebaran: Driver Mudik hingga Cuaca

Vina Insyani
Ojol Mendadak 'Langka' Jelang Lebaran: Driver Mudik hingga Cuaca

Uzone.id — Krisis ojek online (ojol) di pekan ke-3 bulan Ramadan menyebabkan banyaknya keluhan pengguna di media sosial. Di X misalnya, pengguna layanan ojek online Grab maupun Gojek di daerah Jakarta mengeluh sulitnya mendapatkan driver dan layanan pengantaran yang memakan waktu lebih lama dibandingkan hari-hari biasa.

Keluhan ini berlaku untuk hampir semua layanan ride-hailing, termasuk ojek online, pengantaran barang dan pengantaran makanan.

Terkait adanya krisis ojek online ini, pihak Gojek pun akhirnya buka suara dan menjelaskan kemungkinan penyebab krisis driver ojek online tersebut.

Faktor dibalik krisis ojek online di Jakarta

Dalam keterangan yang disampaikan, pihak Gojek menyebut bahwa saat periode akhir Ramadan dan libur Hari Raya Idulfitri, terdapat perubahan pola dan lonjakan tingkat permintaan pada jam-jam sibuk, khususnya di Jakarta. 

Jam-jam sibuk tersebut dimulai semenjak pukul 15.30 hingga mencapai puncaknya pada pukul 16.00-18.00 WIB.






Hal ini menjadi salah satu alasan lamanya para pelanggan mendapatkan driver untuk layanan antar yang mereka pesan. Selain faktor jam sibuk, berkurangnya driver yang tersedia juga menjadi alasan tambahan krisis ojek online saat ini.

Gojek mengungkap bahwa para mitra driver khususnya yang beroperasi di kota-kota besar saat ini lebih memilih untuk pulang kampung sehingga mereka berhenti sementara dari rutinitas pekerjaan ojek onlinenya.

“Di sisi lain, pada periode akhir Ramadan, kami memahami bahwa sebagian dari mitra driver Gojek - khususnya yang beroperasi di kota-kota besar, ada yang telah pulang kampung atau mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” kata Bambang Adi Wirawan, Head of Driver Operations Gojek kepada Uzone.id, Kamis, (12/03).

Faktor lainnya seperti cuaca hujan juga menjadi salah satu alasan kenapa ketersediaan driver di wilayah tertentu menjadi sangat minim hingga menyebabkan krisis.

“Faktor eksternal seperti cuaca hujan menyebabkan genangan di  beberapa titik serta berakibat pada kepadatan lalu lintas turut mempengaruhi ketersediaan Mitra Driver. Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra,” tambah Bambang.

Apa yang dilakukan Gojek untuk menghadapi krisis ojol?

Menghadapi situasi ini, Gojek pun akan memberikan tarif lebih tinggi bagi para driver yang berlaku saat periode libur Hari Raya Idulfitri agar mereka tetap bisa melayani para pengguna platform.

“Kami akan mengimplementasikan skema tarif khusus yang berlaku di periode libur Hari Raya Idulfitri untuk meningkatkan peluang pendapatan mitra. Terdapat pula insentif atau bonus pendapatan tambahan untuk mitra driver yang telah menyelesaikan jumlah order tertentu,” jelas Bambang.






Sementara bagi para pengguna, Gojek menghimbau agar bisa melakukan pemesanan lebih awal demi menghindari keterlambatan di masa-masa krisis ini.

“Untuk mengantisipasi hal ini, kami menghimbau pengguna agar dapat mengalokasikan waktu lebih dalam melakukan proses pemesanan maupun perencanaan perjalanan,” katanya.

Gojek menyebut bahwa kondisi krisis ini kemungkinan akan mereda pasca libur lebaran Idulfitri. Pasalnya, menurut data internal Gojek pada tahun 2025, para mitra kembali beraktivitas secara bertahap dalam minggu pertama hingga kedua setelah Hari Raya Idulfitri, seiring dengan kembali normalnya aktivitas masyarakat usai masa libur.