Gadget

Nvidia Terjepit Perang AI AS-China, Dilarang Jual GPU Tercanggihnya

Muhammad Faisal Hadi Putra
Nvidia Terjepit Perang AI AS-China, Dilarang Jual GPU Tercanggihnya
Uzone.id - Perang chip antara Amerika Serikat (AS) dan China makin memanas. Presiden Donald Trump telah melarang Nvidia untuk menjual chip AI Blackwell terbarunya ke China, dan China pun melakukan ‘serangan balasan’. 

"Chip Blackwell bukanlah sesuatu yang ingin kami jual ke China saat ini," kata Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengkonfirmasi keputusan Trump tersebut.

Keputusan ini ironisnya datang tak lama setelah Trump dan Presiden Xi Jinping bertemu di Korea Selatan dan menyetujui gencatan senjata perang dagang selama satu tahun. Pertemuan itu sempat memberi harapan bagi CEO Nvidia, Jensen Huang, yang berharap bisa kembali jualan chip di pasar China.



Namun, dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Trump menegaskan sikapnya. "Chip yang paling canggih, kami tidak akan membiarkan siapa pun memilikinya selain Amerika Serikat," kata Trump, merujuk pada GPU Blackwell (B100, B200) dan Blackwell Ultra (B300), seperti dilansir dari Tom’s Hardware.

Tentu bagi Nvidia, posisi sulit ini bikin mereka babak belur. Bisa dibayangkan, dari sebelumnya menguasai 95 persen pasar data center AI di China pada tahun 2022, sekarang pangsa pasar Nvidia di China jatuh ke titik nol.

"Pangsa pasar kami turun dari 95 persen menjadi 0 persen, jadi saya tidak bisa membayangkan ada pembuat kebijakan yang berpikir bahwa itu ide bagus, bahwa kebijakan apa pun yang diterapkan menyebabkan Amerika kehilangan salah satu pasar terbesar di dunia," ujar Jensen Huang, dikutip dari Fortune

Kendati begitu, Nvidia dilaporkan tidak menyerah begitu saja. Rumornya, perusahaan ini sedang mengembangkan varian eksklusif yang hanya dijual di China saja bernama B30A dengan performa dan memori setengah dari B300 standar, serta dirancang agar sesuai dengan aturan ekspor pemerintahan Trump.

China lawan balik

Di sisi lain, China tidak tinggal diam. Pemerintah telah mengeluarkan arahan tegas, yakni semua proyek data center baru yang menerima dana negara wajib menggunakan chip AI yang diproduksi di dalam negeri.



Proyek yang penyelesaiannya kurang dari 30 persen diwajibkan untuk membatalkan pesanan chip asing. Perintah ini adalah salah satu langkah paling agresif China untuk mandiri dalam urusan chip AI.

Langkah ini diperkirakan akan sangat menguntungkan produsen dalam negeri seperti Huawei, Cambricon, dan MetaX.

Meski begitu, para analis industri memperingatkan bahwa chip AI buatan China masih tertinggal dari produk Nvidia dalam hal kinerja dan dukungan ekosistem perangkat lunak. Ini berpotensi memperlambat pengembangan AI di China, setidaknya untuk jangka pendek.