Gadget

Nvidia Pasrah Pasar Chip AI China Direbut Huawei

Muhammad Faisal Hadi Putra
Nvidia Pasrah Pasar Chip AI China Direbut Huawei

Uzone.id - Nvidia hanya bisa pasrah melihat pasar chip AI di China kini dikuasai oleh Huawei. Sang CEO, Jensen Huang bahkan sampai mengakui kalau Nvidia sudah merelakan pasar tersebut kepada Huawei, imbas pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini disampaikan Huang dalam wawancara bersama CNBC, tak lama setelah Nvidia mengumumkan laporan keuangan kuartalan terbarunya yang melonjak 85 persen menjadi USD81,62 miliar dari USD44,06 miliar pada tahun sebelumnya. 

Di saat yang sama, Nvidia juga menaikkan dividen dan mengumumkan program pembelian kembali saham senilai USD80 miliar.

“Permintaan di China sangat besar,” kata Huang, dikutip dari CNBC. “Huawei sangat, sangat kuat. Mereka mencatatkan tahun yang luar biasa, dan kemungkinan besar akan kembali mencatatkan tahun yang luar biasa. Ekosistem perusahaan chip lokal mereka juga berjalan cukup baik, karena kami sudah keluar dari pasar itu.”

“Kami benar-benar sebagian besar sudah menyerahkan pasar itu kepada mereka,” tambahnya.

Pernyataannya secara tersirat memperlihatkan bagaimana aturan ekspor chip AI dari AS ikut mengubah peta persaingan semikonduktor global. Di pasar global, Nvidia boleh saja dominan, tapi di pasar China yang begitu potensial, mereka tak lagi sekuat dulu.

China memang menjadi salah satu pasar penting bagi Nvidia, bahkan sempat menyumbang setidaknya 20-25 persen dari pendapatan perusahaan di bisnis data center. Situasinya berubah setelah pemerintahan Donald Trump pada April lalu, mewajibkan Nvidia mengantongi lisensi khusus untuk mengekspor chip ke China dan sejumlah negara lainnya.

Ditanya soal peluang Nvidia kembali menjual chip AI ke China pun, Huang menjawabnya dengan pesimis. Ia bahkan sudah meminta para investor untuk tidak memasukkan ekspektasi apapun dari pasar China.

“Saya tidak punya ekspektasi apa pun. Itulah alasan kami memasukkan semua panduan, semua angka, semua ekspektasi yang saya sampaikan kepada analis dan investor untuk tidak memasukkan apa pun, untuk tidak mengharapkan apa pun,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap berharap Nvidia bisa masuk kembali ke pasar chip AI di China bila situasinya memungkinkan.

“Kami akan sangat senang bisa melayani pasar itu. Kami punya banyak pelanggan di sana, banyak mitra di sana, dan kami sudah berada di sana selama 30 tahun,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Huang sempat ikut hadir dalam pertemuan Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping, pada pekan lalu. Hanya saja, pertemuan tersebut belum memberikan kejelasan apakah chip AI seperti Nvidia H200 nantinya bisa dijual ke China atau masih tertahan aturan ekspor AS.