Digilife

Ngeri, Ancaman Bom di Sekolah Jaksel Disebar Lewat WA ke Guru & Staff

Vina Insyani
Ngeri, Ancaman Bom di Sekolah Jaksel Disebar Lewat WA ke Guru & Staff

Highlight Artikel

  • Ancaman bom melalui pesan WhatsApp menggemparkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi pada hari pertama sekolah.
  • Pesan ancaman disebar ke guru dan staf Tata Usaha (TU) saat upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
  • Isi pesan mengancam sekolah akan meledak di 11 titik dan memperingatkan untuk tidak melaporkan kepada polisi.
  • Kepolisian memanggil Tim Gegana dan Densus 88 untuk melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi sekolah.
  • Hasil penyisiran selama kurang lebih 2 jam tidak menemukan benda mencurigakan, sehingga ancaman diduga sebagai hoaks.
  • Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jagakarsa menyatakan telah mengantongi identitas pelaku penyebar ancaman bom palsu tersebut.

Uzone.id — Hari pertama sekolah digemparkan dengan adanya broadcast pesan berisi ancaman bom di sebuah sekolah di Jakarta, Senin, (13/07). Pesan ini disebar oleh pelaku melalui aplikasi WhatsApp (WA) ke guru dan staf Tata Usaha (TU) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Detail Ancaman Bom dan Respons Awal

Kepada awak media, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Jagakarsa mengatakan bahwa pesan tersebut pertama kali dikirimkan saat upacara hari pertama (sekitar pukul 07.30) di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada guru kelas 1 dan staf Tata Usaha.

“Kita dapati bahwa memang informasinya betul, bahwa ada WA yang masuk ke guru dan TU,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi sebagaimana dikutip dari Antaranews.

Isi Pesan Ancaman dan Pelaporan ke Polisi

Selanjutnya, pihak sekolah langsung melaporkan pesan WhatsApp tersebut ke kepolisian dan mengecek 11 titik sekolah yang diklaim akan diledakkan oleh pelaku.


"Selamat pagi dan salam sejahtera, dihaarap bersiap siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik…!!!!" pesan pelaku ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

Lanjutan isi pesan tersebut bertuliskan, “Kami pantau dari wilayah TKP. Bersiap-siap hituang (hitung) 10 menit dari belakang. Akan rata semuanya.”




Pesan tersebut juga sempat mengancam para guru dan staf untuk tidak melaporkan hal ini kepada pihak polisi.

“Jangan coba-coba anda lapor police,” ancam mereka lagi.

Tindakan Kepolisian dan Penyisiran Lokasi

Agar menjamin keamanan di sekitar sekolah, kepolisian pun memanggil Tim Gegana dan Densus 88 untuk segera melakukan penyisiran di lokasi selama kurang lebih 2 jam.




"Untuk Tim Gegana sendiri sudah menyisir sudah lebih kurang 2 jam lebih ya, menyisir SD Negeri Srengseng Sawah 15," jelas Nurma.

Hasil Investigasi dan Identitas Pelaku

Hasilnya, tidak ditemukan benda-benda mencurigakan yang mengarahkan pada bom di lokasi yang disebutkan oleh pelaku. Namun, demi keamanan kepolisian masih melakukan penyisiran dan evakuasi di sekitar sekolah.

Dugaan sementara dari pihak kepolisian mengarahkan pada aksi teror palsu (hoaks) melalui aplikasi perpesanan. Terkait pelakunya sendiri, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jagakarsa Nurma Dewi mengatakan aparat telah mengetahui identitas pelaku yang menyebar pesan ancaman tersebut.

Kini pihak berwajib sedang melakukan langkah-langkah lanjutan untuk proses penegakan hukum.


"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku," kata Nurma, dikutip dari sumber yang sama..

           

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa yang terjadi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi?

Terjadi ancaman bom melalui pesan WhatsApp yang diterima oleh guru dan staf Tata Usaha pada hari pertama sekolah.

Kapan peristiwa ancaman bom tersebut terjadi?

Ancaman dikirim pada hari pertama sekolah, Senin, 13 Juli, sekitar pukul 07.30 saat upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Bagaimana respons pihak sekolah terhadap ancaman tersebut?

Pihak sekolah segera melaporkan pesan WhatsApp tersebut ke kepolisian dan melakukan pengecekan awal.

Apakah ancaman bom tersebut nyata?

Setelah penyisiran oleh Tim Gegana dan Densus 88 selama kurang lebih 2 jam, tidak ditemukan benda-benda mencurigakan. Ancaman tersebut diduga sebagai aksi teror palsu (hoaks).

Apakah pelaku penyebar ancaman sudah diketahui?

Ya, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyatakan bahwa identitas pelaku telah dikantongi dan pihak berwajib sedang melakukan langkah-langkah lanjutan untuk penegakan hukum.