Automotive

Ngabubutips: Panduan Aman Berbuka Puasa Saat Menyetir

Bagja Pratama
Ngabubutips: Panduan Aman Berbuka Puasa Saat Menyetir

Uzone.id - Ramadan begini, terjebak macet saat adzan Maghrib berkumandang memang sering kali tidak terhindarkan. Meski disunnahkan untuk segera berbuka, keselamatan di jalan tetap tidak boleh ditawar. 

Makan sambil menyetir bisa memecah konsentrasi dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.



Agar momen berbuka tetap nyaman dan aman meski di dalam kabin kendaraan, berikut adalah panduan praktis yang bisa  diterapkan, mengutip dari website resmi Daihatsu:

1. Siapkan Bekal Praktis dari Rumah

Jangan mengandalkan keberuntungan menemukan penjual takjil di pinggir jalan, terutama jika rute yang  dilalui minim pedagang. 

Siapkan air mineral, kurma, atau camilan ringan di area yang mudah dijangkau (seperti cup holder atau laci dasbor). Ini jauh lebih efisien daripada harus membelah kemacetan demi mencari toko.

2. Jaga Kebersihan Kabin

Makan di dalam mobil berisiko membuat kabin kotor atau berbau. Untuk mengantisipasinya, selalu sediakan wadah makanan tertutup (anti tumpah).

Tisu basah dan tisu kering juga jadi piranti yang diperlukan agar kabin mobil selalu bersih, termasuk hand sanitizer dan kantong plastik khusus sampah.

Setelah selesai berbuka, pastikan sampah tidak berserakan di dalam mobil. Selain menjaga kenyamanan, kabin yang bersih juga membuat perjalanan lebih menyenangkan, terutama jika harus melanjutkan perjalanan setelah berbuka. 

3. Menepi di Lokasi yang Tepat

Sangat tidak disarankan berbuka sambil terus memacu kendaraan. Begitu waktu berbuka tiba, carilah tempat aman untuk berhenti sejenak, seperti rest area (jika di jalan tol).

Bisa juga mencari area parkir minimarket atau masjid atau lahan parkir yang luas dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Hindari berhenti di bahu jalan tol kecuali dalam keadaan darurat, karena sangat berisiko ditabrak dari belakang.

4. Manfaatkan Radio atau Penumpang

Jangan sesekali mengecek jadwal buka puasa melalui ponsel saat tangan masih di kemudi. Jika ada penumpang, mintalah bantuan mereka untuk memantau waktu. 

Jika berkendara sendirian, cukup nyalakan radio. Suara adzan dari radio adalah penanda paling aman tanpa harus merusak fokus mata ke jalan.

5. Kendalikan Emosi dan Tetap Fokus

Menjelang berbuka, kadar gula darah biasanya menurun yang memicu rasa lemas atau tidak sabar. Hindari gaya mengemudi agresif atau mengebut demi mengejar waktu sampai di rumah. 

Ingat, sampai di tujuan dengan selamat jauh lebih utama daripada tiba beberapa menit lebih cepat namun penuh risiko.



6. Atur Jadwal Keberangkatan

Gunakan aplikasi navigasi untuk memantau kepadatan lalu lintas. Jika prediksi perjalanan menunjukkan akan berbuka di tengah jalan, rencanakan di titik mana kita akan berhenti. Perencanaan yang matang akan menghilangkan rasa panik dan terburu-buru.

Berbuka di dalam mobil mungkin tidak senyaman di meja makan rumah, namun dengan persiapan yang baik, kita tetap bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa mengabaikan aspek keselamatan berkendara.