Ngabubutips: Jangan Cuci Motor Setelah Dipakai, Masih Panas!
Uzone.id - Setelah membeli takjil atau sekedar ngabuburit menggunakan motor, ada baiknya tidak langsung dicuci karena kondisi mesin masih panas. Motor yang mengkilap memang menarik, tetapi ada baiknya bersabar agar tidak menimbulkan kerusakan.
Nah ini juga nambah ilmu baru sembari ngabuburit pas puasa, jadi berdasarkan informasi dari situs resmi Wahana Honda, mencuci motor dalam kondisi mesin masih panas ternyata menyimpan risiko besar.
Salah satu risikonya adalah bisa membuat kerusakan besar pada mesin. Kira-kira gimana penjelasannya ya?
1. Ancaman Thermal Shock
Ada istilah bernama thermal shock. Secara fisika, logam yang dalam kondisi panas akan memuai. Jika sedang memuai kemudian disiram air dingin secara tiba-tiba, maka akan terjadi pengerutan secara mendadak dan tidak merata.
Perubahan suhu ekstrem ini sangat berbahaya bagi material logam. Contohnya pada gelas kaca, jika sedang panas kemudian diisi air es, maka punya risiko pecah seketika.
Hal yang sama juga bisa terjadi pada motor, agar tidak rusak pastikan panas mesin turun terlebih dahulu sebelum terkena air untuk mencuci.
2. Bikin Retak Rambut
Jika terlanjur menyiram mesin yang panas dengan air dingin untuk mencuci dan terjadi thermal shock, komponen yang paling terdampak nantinya adalah block mesin.
Material mesin pada motor umumnya terbuat dari aluminium atau besi cor, jika menyiram bagian mesin saat panas, maka bisa muncul retak rambut yang sangat halus pada block mesin.
Meskipun tidak terlihat, namun kondisi ini bisa semakin parah dengan melebar dan menyebabkan kebocoran oli atau air radiator. Jika hal ini sudah terjadi, tentu biaya perbaikannya tidak murah.
3. Leher Knalpot Menguning dan Berkarat
Nah dampak dari thermal shock tadi bukan hanya pada block mesin saja, tetapi bisa memberikan efek samping pada komponen lain seperti knalpot.
Kalau kalian pernah melihat bagian leher knalpot yang menjadi kuning atau kecoklatan hingga karatan? Maka ini disebabkan oleh thermal shock alias menyiram air pada komponen knalpot yang masih panas.
Suhu knalpot saat mesin hidup bisa mencapai ratusan derajat Celcius. Air dingin yang mengenai knalpot panas akan merusak lapisan pelindung pada leher knalpot.
Pada akhirnya logam knalpot jadi mudah teroksidasi dan menimbulkan karat.
4. Risiko Sensor Error dan Korslet
Motor modern sekarang ini sudah dibekali teknologi injeksi dengan banyak sensor elektronik (ECU/ECM).
Jadi ketika menyiram mesin panas, air yang mengenai mesin akan langsung menguap menjadi uap panas yang masuk ke sela-sela kabel atau soket sensor.
Uap air ini memiliki sifat korosif dan bisa menyebabkan hubungan arus pendek (korsleting) atau kegagalan sensor. Jika sistem injeksi terganggu, motor bisa brebet atau bahkan mati total.