Mulai April 2026, Transaksi di Korea Selatan Sudah Bisa Pakai QRIS
Uzone.id – Setelah melakukan
uji coba pada Oktober 2025 lalu, QRIS Cross Border akhirnya resmi diterapkan di
Korea Selatan mulai April 2026.
Ini menjadi lanjutan komitmen Bank Indonesia untuk terus
memperluas penerapan QRIS (Kode Respons Cepat Standar Indonesia) Cross Border
ke beberapa negara di luar Asia Tenggara.
Pengumuman ini disampaikan BI setelah menjalin kesepakatan
bersama dengan Bank of Korea (BoK) dalam pertemuan High Level Meeting
pada Kamis, (05/02) lalu.
“Bank Indonesia dan Bank of Korea sepakat untuk melanjutkan persiapan implementasi layanan pembayaran QR antarnegara Indonesia–Korea Selatan yang dijadwalkan mulai dapat digunakan pada April 2026,” bunyi pernyataan resmi yang dibagikan oleh Bank Indonesia.
Dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia dan Gubernur Bank of
Korea, penerapan QRIS di Korea Selatan ini diharapkan bisa meningkatkan
efisiensi pembayaran khususnya cashless bagi masyarakat Indonesia yang
berkunjung ke Korea Selatan, begitupun juga sebaliknya.
“Layanan ini diharapkan meningkatkan efisiensi pembayaran
bagi masyarakat yang berkunjung ke kedua negara, seiring dengan penerapan
kerangka Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan Korea Selatan
yang telah berlaku sejak September 2024,” tambahnya.
Melalui interkoneksi sistem ini, kedua pihak berharap bahwa
nantinya biaya konversi valuta asing dan biaya transaksi bisa berkurang.
Dengan begitu, hal tersebut bisa mendukung aktivitas ekonomi
sektor riil seperti perdagangan, pariwisata, dan konsumsi di Indonesia maupun
Korea Selatan.
Kedua bank sentral juga sepakat untuk melanjutkan pembahasan kerja sama lainnya termasuk perluasan fitur berbasis QR untuk pembayaran yang lebih luas ke depannya.
Sebelumnya, QRIS juga telah mulai melakukan uji coba di
China dan resmi hadir di Jepang pada Agustus 2025 lalu.
Kehadiran QRIS di Negeri Sakura ini menjadi prestasi baru
sekaligus memperluas konektivitas lintas negara setelah sebelumnya hadir di
Malaysia, Singapura, dan Thailand. Peresmian dilakukan usai upacara peringatan
HUT RI di Jakarta, dipimpin langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Perry
Warjiyo.
Hingga saat ini, QRIS Cross Border sudah tersedia di kurang
lebih 9 negara Asia dan akan terus bertambah ke depannya sejalan dengan BI yang
terus membidik penerapan di negara-negara Asia Pasifik.