Automotive

Motor Listrik Nasional Bisa Goyang Pasar Motor Bensin, Kok Bisa?

Brian Priambudi
Motor Listrik Nasional Bisa Goyang Pasar Motor Bensin, Kok Bisa?

Highlight Artikel

  • Program Motor Listrik Nasional (MoLiNas) berpotensi besar menggoyang dominasi pasar motor konvensional di Indonesia.
  • Insentif dari pemerintah dianggap krusial untuk menurunkan harga motor listrik agar terjangkau dan melindungi industri nasional.
  • Distribusi motor listrik harus merata hingga ke perdesaan dan pulau-pulau kecil, tidak hanya menumpuk di perkotaan.
  • Kekhawatiran muncul bahwa motor listrik dapat mengalihkan emisi tanpa mengurangi kemacetan, menekankan perlunya penguatan transportasi umum.

Uzone.id - Selama bertahun-tahun, peta persaingan pasar motor di Indonesia terasa begitu adem, tapi didominasi motor konvensional. Namun, kehadiran Program Motor Listrik Nasional (MoLiNas) kini disebut-sebut punya "taring" untuk menggoyang kenyamanan tersebut.

Menurut pengamat, program ini bukan sekadar peluncuran produk biasa, melainkan ancaman nyata bagi pemain lama yang selama ini menikmati pangsa pasar "terkunci".

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), menjelaskan bahwa ada potensi besar di balik program ini.




"Program MoLiNas memiliki potensi sangat besar untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengacak-acak peta persaingan pasar roda dua di Indonesia. Namun, keberhasilannya bergantung pada bagaimana pemerintah dan pelaku industri mengelola sejumlah variabel kunci," kata Djoko dalam keterangannya, Selasa (18/8).

Djoko mengatakan MoLiNas bisa menggoyang pasar otomotif roda dua dengan kunci insentif dari pemerintah.

Menurutnya, insentif bukan sekadar pemanis kebijakan. Ini adalah faktor krusial yang menentukan apakah motor listrik bisa benar-benar menggantikan motor bensin di hati masyarakat.





"Insentif pemerintah adalah intervensi wajib dalam fase transisi ini. Insentif tidak hanya berfungsi menurunkan harga agar terjangkau oleh daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen proteksi terarah agar industri kendaraan listrik nasional dapat tumbuh, membangun kemandirian teknologi, dan pada akhirnya mampu berdiri mandiri tanpa bergantung pada subsidi di masa depan," tambah Djoko

Namun, ada catatan penting terkait strategi distribusinya. Djoko mewanti-wanti agar distribusi motor listrik tidak hanya menumpuk di kawasan perkotaan saja. Wilayah perdesaan, pulau-pulau kecil, hingga daerah penghasil mineral di luar Jawa juga perlu mendapatkan akses yang sama.

Selain itu, ada satu kekhawatiran soal kemacetan. Jika insentif dan potongan harga justru membuat masyarakat menambah kendaraan pribadi, bukan beralih ke angkutan umum, maka yang akan terjadi hanyalah pergeseran masalah, bukan solusi.




"Pada dasarnya, motor listrik nasional sekadar mengalihkan sumber emisi dari bahan bakar fosil ke energi listrik, tanpa mengurangi volume kemacetan di perkotaan. Solusi utama untuk mengurai kemacetan tetap bertumpu pada penguatan dan elektrifikasi transportasi umum massal," tegas Djoko.

Terkait perkembangannya, Presiden Prabowo Subianto telah mengusung program motor listrik nasional ini.

Meski belum secara spesifik meluncurkan satu model tunggal, beberapa merek lokal mulai unjuk gigi di panggung acara peresmian, seperti Alva, Gesits, serta Cakra NX1 yang tampilannya sangat mirip dengan Alva N3.

Pemerintah pun tak main-main dengan targetnya. Tahun ini, ditargetkan ada 75 ribu unit motor listrik nasional yang siap diproduksi dan meramaikan jalanan Indonesia.

FAQ Artikel

Apa itu Program Motor Listrik Nasional (MoLiNas)?

Program MoLiNas adalah inisiatif yang berpotensi besar untuk menggoyahkan dominasi pasar motor konvensional di Indonesia dan memperkuat industri kendaraan listrik dalam negeri.

Mengapa insentif pemerintah penting untuk keberhasilan MoLiNas?

Insentif pemerintah krusial untuk menurunkan harga motor listrik agar terjangkau oleh masyarakat, sekaligus menjadi instrumen proteksi agar industri kendaraan listrik nasional dapat tumbuh dan mandiri.

Apa kekhawatiran utama terkait dampak MoLiNas terhadap kemacetan?

Kekhawatiran utamanya adalah jika motor listrik hanya menambah jumlah kendaraan pribadi dan tidak mendorong beralih ke angkutan umum, maka hanya akan terjadi pergeseran emisi tanpa mengurangi kemacetan. Solusi utama tetap pada penguatan transportasi umum massal.

Merek motor listrik lokal apa saja yang mulai terlibat dalam MoLiNas?

Beberapa merek lokal yang mulai unjuk gigi di panggung acara peresmian MoLiNas antara lain Alva, Gesits, serta Cakra NX1.