Digilife

Modus Scam Online Makin Kreatif, Ngaku Jadi Interpol hingga Hitmen

Vina Insyani
Modus Scam Online Makin Kreatif, Ngaku Jadi Interpol hingga Hitmen

Uzone.idModus penipuan online semakin hari semakin ‘cerdas’ saja, setelah bosan dengan penipuan biasa-biasa saja, kini penipu online melakukan cara yang lebih ekstrim, yaitu nyamar jadi peretas hingga hitman alias pembunuh bayaran.

Yap, konsepnya memang agak aneh ya, bisa-bisanya peretas nyamar jadi ‘peretas’. Meski nyeleneh tapi modus ini benar-benar terjadi. Hal tersebut diungkap oleh Kaspersky, Senin, (17/11).

Pelaku penipuan ini menyamar sebagai peretas yang mengancam akan menyebarluaskan data pribadi, penegak hukum seperti pengadilan hingga kepolisian yang mengedarkan surat panggilan palsu, atau bahkan pembunuh bayaran yang menuntut tebusan.




Biar makin meyakinkan, mereka memasukkan detail pribadi seperti nama lengkap dan nomor telepon dalam email palsu agar tampak kredibel dan memicu kepanikan di calon korbannya.

Skema paling umum, mereka mengaku telah menyusup ke perangkat korban dan memiliki akses ke kamera, mikrofon, riwayat penelusuran, dan berkas sensitif. Setelah itu mereka mengancam akan merilis konten eksplisit yang diambil melalui webcam atau rekaman layar yang diduga diambil saat korban sedang menonton konten-konten dewasa. 

Agar semakin panik, email-email ini juga menyertakan narasi terperinci tentang dugaan pelanggaran, termasuk penjelasan jenis malware dan saran tentang keamanan yang lebih baik.

Biasanya, uang diminta berkisar ratusan dollar Amerika dan diminta dalam bentuk kripto. Sebagai tebusan, mereka berjanji untuk menghapus data setelah pembayaran. 

Modus yang tak kalah bikin panik adalah penipuan email yang menyamar sebagai pembunuh bayaran (hitmen).

Dalam skema ini, pelaku menyebut mereka sudah membuat kontrak dengan pihak tertentu untuk ‘menargetkan’ si korban. Tapi, demi lolos dari target hitmen, penipu akan mengampuni dan membebaskan mereka asalkan memberi tebusan dengan harga yang lebih tinggi.

Email palsu ini menyertakan dompet aset kripto untuk tebusan, membingkai penipu tersebut sebagai perantara yang ‘baik hati’.




Sama seperti yang sebelumnya, mereka mengandalkan rasa takut calon korban dengan menjanjikan nyawa korban sebagai imbalan pembayaran.

Ada pula skema penipuan yang mengaku menjadi Interpol, Europol hingga pihak berwajib. Mereka mengirimkan dokumen ‘panggilan’ berupa PDF atau DOC yang menuduh calon korbannya melakukan kejahatan serius seperti eksploitasi anak, eksibisionisme, atau perdagangan manusia. 

Dokumen-dokumen ini mengutip pasal-pasal hukum, menampilkan tanda tangan dan stempel palsu, dan mendesak si calon korban untuk segera menanggapi email tersebut.

Setelah itu, calon korban akan diminta untuk membayar denda berupa kripto demi menghindari tuntutan hukum, yang seringkali berujung pada transfer kripto.

Modus ini sangat umum di Eropa, dengan pesan dalam bahasa seperti Prancis, Spanyol, dan Portugis. Namun, hal ini bisa jadi terjadi ke negara-negara lainnya termasuk ke Indonesia.

Anna Lazaricheva, Analis Spam Senior Kaspersky para penipu ini menggunakan berbagai taktik untuk menghindari solusi perlindungan.

“Ini termasuk menyematkan ancaman utama dalam lampiran untuk menghindari pemindaian teks isi, mencampur huruf dari alfabet yang berbeda (misalnya, mengganti huruf Latin dengan huruf Sirilik yang serupa), menambahkan tanda diakritik melalui kode HTML, memvariasikan font dalam markup HTML, menyisipkan simbol acak atau tanda baca di antara kata, dan menyembunyikan teks dalam tabel HTML yang tidak terlihat,” tambahnya.

Demi menghindari penipuan seperti ini, Kaspersky menghimbau pengguna untuk verifikasi pengirim, mengabaikan lampiran dan tautan file yang tidak jelas, jangan klik tautan yang mencurigakan karena dapat mengarah ke situs phishing atau penipuan.

Cari format teks yang tidak biasa, huruf campuran dari alfabet yang berbeda, atau simbol acak karena biasanya ini adalah tanda bahaya spam dan jangan mudah percaya karena biasanya, lembaga penegak hukum yang sah kemungkinan besar tidak akan mengirimkan surat panggilan melalui email atau meminta pembayaran kripto.