Modus Phishing Baru: Penjahat Kini Manfaatkan Google Tasks
Uzone.id — Kaspersky
mengungkap skema phishing baru dimana penjahat siber kini memanfaatkan
notifikasi sah dari Google Tasks untuk mengelabui pengguna dari kalangan
korporat.
Seperti penipuan lainnya, modus ini dirancang untuk mencuri
kredensial login perusahaan dengan mengeksploitasi kepercayaan korban terhadap
layanan Google.
Dalam kampanye tersebut, korban menerima email notifikasi
dengan subjek “Anda memiliki tugas baru” yang tampak dikirim dari domain resmi
@google.com yang sekilas resmi dari Google.
Karena berasal dari domain terpercaya dan menggunakan sistem notifikasi Google yang sah, email ini berpotensi lolos dari filter keamanan tradisional dan juga dengan mudah mengelabui korbannya.
Untuk membuat korban semakin panik dan langsung bertindak,
email tersebut kerap menyertakan unsur urgensi, seperti penanda prioritas
tinggi dan tenggat waktu yang ketat.
Setelah tautan dalam email diklik, korban akan diarahkan ke
halaman palsu yang disamarkan sebagai formulir “verifikasi karyawan” (employee
verification). Di halaman inilah jebakan dimulai, pengguna akan diminta
memasukkan kredensial perusahaan dengan alasan konfirmasi status karyawan.
Data login ini kemudian dimanfaatkan untuk mengakses sistem
internal perusahaan secara ilegal, mencuri data sensitif, atau melancarkan
serangan lanjutan ke sistem perusahaan.
Roman Dedenok, Pakar Anti-Spam di Kaspersky, menjelaskan
bahwa ekosistem layanan Google yang luas kini kerap dimanfaatkan oleh pelaku
kejahatan siber.
“Skema dengan Google Tasks adalah bagian dari tren lebih
luas yang diamati sebelumnya dan berlanjut hingga tahun 2026, dimana pelaku
kejahatan siber menyalahgunakan platform sah untuk menyebarkan penipuan dan
phishing,” tambahnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut kalau notifikasi yang berasal dari domain yang sah bisa menghindari filter spam dan phising dari sistem, sementara aspek rekayasa sosial yang dibuat semirip mungkin dengan proses internal perusahaan berpotensi menurunkan kewaspadaan korban.
Dua kombinasi ini yang membuat serangan ini menjadi sangat
perlu diwaspadai karena benar-benar terlihat seperti email yang asli.
Untuk mengantisipasi ancaman ini, Kaspersky pun menghimbau
pengguna untuk mewaspadai undangan atau notifikasi yang tidak diminta, meskipun
terlihat berasal dari sumber terpercaya.
Selalu periksa URL secara cermat sebelum mengklik tautan
apapun dan tidak menghubungi nomor telepon yang tercantum dalam email
mencurigakan. Jika perlu, cari kontak resmi melalui situs web resmi layanan
terkait.
Kemudian, laporkan email mencurigakan kepada penyedia
platform dan aktifkan autentikasi multi-faktor (MFA) di semua akun.