Mobil Listrik Makin Banyak, Bersiap Antre Ngecas di SPKLU!
Uzone.id - Penjualan mobil listrik terus melesat di Tanah Air, populasinya di jalanan pun semakin banyak. Namun sayangnya, kenaikan populasi tersebut belum bisa diimbangi jumlah SPKLU yang tersedia.
Menurut data Korlantas Polri per September 2025, ada lebih dari 204 ribu motor listrik dan 112 ribu mobil listrik di jalanan. Tapi, ada satu masalah besar: tempat ngecasnya masih sedikit!
Menurut PLN, per Agustus 2025, cuma ada 4.134 SPKLU (tempat ngecas) dan 1.902 SPBKLU (tempat tukar baterai). Ini bikin rasio atau perbandingannya jadi timpang banget.
Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles (ENTREV), yang merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia (melalui Kementerian ESDM) dan United Nations Development Programme (UNDP) menyoroti fenomena ini.
Salah satu praktisinya, Eko Adji Buwono mengatakan, Indonesia lagi ada di fase yang sama kayak China dan Amerika Serikat ketika awal-awal adopsi kendaraan listrik.
"Pola kenaikan eksponensial biasanya terjadi pada tahun keempat sejak adopsi awal. Di Tiongkok dan AS, itu terjadi pada 2020, dan kita prediksi Indonesia akan mengalami hal serupa pada 2028,” ujar Eko dikutip Uzone.id.
Artinya, dalam beberapa tahun ke depan, jumlah kendaraan listrik bakal naik drastis. Kalau infrastruktur ngecasnya tidak ditambah, bisa-bisa para pemilik mobil dan motor listrik bakal susah cari tempat ngecas.
Fenomena ketimpangan antara populasi dan ketersediaan SPKLU juga menjadi potensi masalah baru para pengguna mobil listrik, khususnya dari China, yang masih bergelut dengan layanan aftersales service.
Namun, pemerintah dan para pelaku industri lagi ngebut bikin rencana biar masalah ini tidak kejadian.
Targetnya, rasio kendaraan listrik dan SPKLU bisa seimbang, bahkan lebih baik. Jadi, kita bisa nyaman pakai kendaraan listrik tanpa takut kehabisan baterai.