Automotive

Mobil China Dilarang Masuk Kawasan Militer di Polandia, Was-was Data Dicuri

Brian Priambudi
Mobil China Dilarang Masuk Kawasan Militer di Polandia, Was-was Data Dicuri

Uzone.id - Polandia secara tiba-tiba melarang mobil China untuk memasuki kawasan militer. Ternyata pemerintah Polandia menduga mobil buatan China itu bisa mencuri informasi penting sebuah negara.

Kepala Staf Umum Angkatan Darat Polandia, Jenderal Wieslaw Kukula, telah memberlakukan larangan masuk bagi kendaraan bermotor buatan Republik Rakyat Tiongkok ke area fasilitas militer yang dilindungi.

Berdasarkan laporan media lokal Polandia, rmf24 dan PAP, Kolonel Marek Pietrzak, juru bicara Staf Umum Angkatan Darat Polandia, menyebutkeputusan ini diambil sebagai hasil dari analisis risiko terkait meningkatnya integrasi sistem digital pada kendaraan.

Di sisi lain, terdapat potensi yang memungkinkan terjadinya pengambilan dan penggunaan data secara tidak terkendali oleh sistem-sistem terintegrasi tersebut.

Bukan rahasia lagi kalau mobil modern saat ini punya banyak fitur yang membutuhkan perangkat canggih hingga banyak disebut sebagai komputer berjalan.



Terlebih setiap mobil modern memiliki sensor, kamera, dan GPS yang sebenarnya berfungsi untuk fitur, namun dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko intelijen.

Pembatasan di Polandia juga akan berlaku bagi kendaraan yang dilengkapi dengan perangkat integral maupun tambahan yang mampu merekam posisi, gambar, atau suara.

Kalau soal populasi mobil asal Chin di Polandia, menurut data dari lembaga riset pasar otomotif SAMAR, sebanyak 9.821 mobil baru asal Tiongkok sudah terdaftar pada Desember 2025, yang menunjukkan peningkatan sebesar 427% dibandingkan Desember 2024.





Sepanjang tahun lalu, 49.161 mobil Tiongkok terjual, dan pada bulan Desember, model dari merek-merek Tiongkok menyumbang 14,5% dari seluruh mobil penumpang yang baru terdaftar di Polandia.

Kemudian ada laporan dari OSW Center for Eastern Studies yang mengatakan bahwa ekspansi "mobil pintar" Tiongkok di Polandia dan negara lain menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional yang serius.

"Data yang dikumpulkan oleh kendaraan ini--misalnya saat melintas di dekat fasilitas infrastruktur kritis atau unit militer--bisa sangat berharga bagi dinas intelijen negara-negara lawan," peringatan dari analis OSW.



Laporan yang dituliskan oleh Paulina Uznanska juga menekankan meskipun teknologi ini dikembangkan oleh semua perusahaan mobil, namun China saat ini sedang menjadi pemimpin global di bidang tersebut.

Memang pelarangan mobil di kawasan militer bukanlah hal baru, China sendiri pernah membatasi akses mobil Tesla buatan Amerika Serikat ke fasilitas militer mereka.

Alasannya juga sama yakni kekhawatiran atas keamanan nasoinal dan kekhawatiran terkait perlindungan data.

Bukan hanya Polandia, Inggris sudah melakukan pembatasan pada kendaraan asal China di area sensitif terlebih dahulu.