Digilife

Meta Siapkan AI Deteksi Usia, Patroli Akun Anak di IG dan Facebook

Vina Insyani
Meta Siapkan AI Deteksi Usia, Patroli Akun Anak di IG dan Facebook

Uzone.id — Seiring dengan diberlakukannya pembatasan usia untuj mengakses media sosial di berbagai negara—termasuk Indonesia, Meta kini tengah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi usia pengguna di platform mereka, seperti Facebook dan Instagram. 

Teknologi ini dirancang untuk mengidentifikasi pengguna di bawah umur dan memperkuat perlindungan bagi anak-anak di ruang digital.

Dalam pernyataan yang dikutip dari TechCrunch, Rabu, (06/05), Meta menyebut sistem ini mampu menganalisis foto dan video pengguna, termasuk struktur tulang wajah, tinggi badan, dan berbagai indikator visual lainnya untuk memperkirakan usia mereka.



Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa teknologi ini “bukan facial recognition”.

Tak hanya mendeteksi dari foto yang dimiliki pengguna, AI ini juga akan memeriksa berbagai konten dari aktivitas pengguna, seperti unggahan ulang tahun bahkan informasi terkait sekolah mereka, untuk semakin spesifik menentukan apakah seseorang masih di bawah umur atau tidak.

Jika sistem mendeteksi pengguna berusia di bawah 13 tahun, maka akun akan langsung dinonaktifkan lebih dulu.

Untuk menghindari kesalahan, pengguna juga akan diminta melakukan verifikasi usia lanjutan menggunakan identitas resmi mereka atau melalui alat estimasi usia berbasis wajah agar akun tidak dihapus.

Mekanisme serupa juga akan berlaku bagi pengguna yang mencoba mengakali sistem, misalnya dengan mengubah usia dari di bawah 18 tahun menjadi di atas 18 tahun.



Ke depannya, Meta berencana memperluas implementasi fitur tersebut ke lebih banyak wilayah, termasuk ke negara yang sudah memiliki aturan resmi mengenai pembatasan usia anak-anak di media sosial.

Sistem deteksi usia menggunakan AI sebenarnya sudah dilakukan Meta sejak tahun lalu untuk fitur khusus mereka, Teen Accounts.

Perusahaan mengklaim sistem ini berhasil memasukkan ratusan juta remaja ke dalam fitur akun khusus “Teen Accounts”, bahkan ketika mereka mencoba menghindari sistem dengan mengaku sebagai orang dewasa.

Meta menyebut kalau sebagian dari teknologi pendeteksi umur ini sudah mulai diterapkan secara global, meski fitur analisis visual lanjutan saat ini masih terbatas di beberapa negara. 

Sistem deteksi usia berbasis AI ini diantaranya sudah digunakan untuk media sosial Instagram di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Meta juga tengah memperluas penerapannya ke Brasil dan 27 negara Uni Eropa.

Sementara untuk platform Facebook, teknologi ini baru mulai diterapkan di Amerika Serikat pada Mei ini, dan akan menyusul di Inggris serta Uni Eropa pada Juni mendatang. Meta menargetkan implementasi global di Instagram dapat selesai sebelum akhir tahun.

Pengumuman ini datang beberapa pekan setelah Indonesia menerapkan aturan pembatasan usia untuk 8 platform yang diantaranya adalah Facebook, Instagram dan juga Threads. Dalam aturan PP Tunas ini, platform diwajibkan untuk melakukan pembatasan akses pada pengguna di bawah usia 16 dan 13 tahun.