Meta Blunder, Chatbot AI-nya Ternyata Berbahaya buat Anak-anak
Uzone.id — Meta, induk
perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, tengah menghadapi kritik yang
cukup parah setelah bocornya isi dokumen internal perusahaan yang dinilai
kontroversi.
Laporan investigasi yang dirilis pada Kamis, (14/08)
merupakan dokumen berisi standar dan panduan resmi yang digunakan untuk melatih
chatbot dan asisten AI generatif milik Meta, termasuk Meta AI.
Dalam dokumen ini, Meta ‘memperbolehkan’ AI miliknya untuk
mengajak pengguna anak-anak berbincang romantis bahkan mengarah ke sensual.
“Kebijakan Meta telah mengizinkan chatbot AI-nya untuk melibatkan anak dalam percakapan yang romantis atau sensual,” tulis Reuters dalam laporannya.
Salah satu detail yang disampaikan dalam laporan ini adalah
aturan yang memperbolehkan bot AI milik Meta untuk memberi tahu seorang anak
berusia delapan tahun yang bertelanjang dada bahwa "setiap inci dari Anda
adalah sebuah karya."
Tak hanya soal itu, laporan ini juga mengungkap bahwa
chatbot AI Meta memberikan saran soal medis yang salah dan terlibat dalam
argumen yang berisi stereotip dan diskriminasi rasial.
Contohnya, Reuters menemukan bahwa bahwa AI Meta diizinkan
untuk membantu pengguna untuk berargumen bahwa orang kulit hitam "lebih
bodoh daripada orang kulit putih.”
Tak mengelak, Meta pun mengkonfirmasi keaslian dokumen
tersebut, dan mengatakan bahwa perusahaan telah menghapus bagian yang
menyatakan bahwa chatbot diizinkan untuk menggoda dan terlibat dalam permainan
peran romantis dengan anak-anak.
Namun, mereka masih mengizinkan kebijakan lain termasuk soal membuat informasi medis palsu atau soal argumen rasial.
Kabar ini tentu memicu kecaman luas, termasuk dari kalangan
politikus Amerika Serikat. Salah satunya adalah Senator Partai Republik dari
Missouri, Josh Hawley.
Ia mengatakan bahwa panduan tersebut akan menjadi alasan
untuk melakukan investigasi sesegera mungkin.
“Jadi, hanya setelah tertangkap basah barulah Meta menarik
sebagian dokumen perusahaannya. Hal ini akan segera diinvestigasi oleh
kongres," ujar Hawley.