Digilife

Merger Netflix–Warner Bikin Tayang Bioskop Terancam Singkat

Vina Insyani
Merger Netflix–Warner Bikin Tayang Bioskop Terancam Singkat

Uzone.idWarner Bros keukeuh memilih Netflix sebagai pemilik barunya meskipun Paramount memberikan mahar yang lebih mahal. 

Dalam laporan terbaru, Warner Bros menolak Paramount bahkan untuk ke-8 kalinya dan tetap memilih Netflix untuk menyelesaikan rencana merger mereka Keputusan terbaru ini disampaikan oleh pihak Warner Bros kepada para pemegang saham pada Rabu, (07/01) lalu. 

Dewan Direksi WBD menilai bahwa penawaran dari Paramount sebesar USD30 per lembar saham tetap kalah menarik dibandingkan proposal Netflix yang berada di angka USD27,75 per sahamnya.

Menurut Warner Bros, tawaran dari Paramount memiliki risiko dan ketidakpastian yang besar, sementara Netflix justru memberikan penawaran yang lebih menarik.






“Penawaran PSKY lebih rendah nilainya mengingat biaya, risiko, dan ketidakpastian yang signifikan dibandingkan dengan merger Netflix,” kata perwakilan Warner Bros dikutip dari Variety.

Namun, keyakinan Warner Bros ini datang dengan risiko yang tidak disukai oleh para penggemar film, khususnya untuk film-film keluaran Warner Bros kedepannya.

Melansir dari Deadline, Jumat, (09/01), sumber-sumber orang dalam mengatakan bahwa Netflix hanya mendukung penayangan di bioskop hanya 17 hari saja, sementara jaringan bioskop seperti AMC masih menganut kepercayaan kalau batas waktu tayang di bioskop perlu dipertahankan sekitar 45 hari.

Tapi, perlu ditekankan kalau ini bukan konfirmasi langsung dan belum pasti juga Netflix akan menetapkan waktu tayang 17 hari untuk film-film Warner Bros jika dan ketika kesepakatan tersebut disetujui. 

Perusahaan bioskop mungkin akan bernegosiasi agar waktu tayang lebih lama tapi yang jelas adalah akan ada ketegangan yang besar di Hollywood saat kesepakatan ini diselesaikan, dengan prioritas Netflix yang masih memperkuat layanan streaming.

Ini juga menjadi concern dari para penggemar Netflix dan Warner Bros soal kemungkinan Netflix ‘mengakhiri’ era dan budaya menonton film secara fisik alias offline. Netflix kemungkinan akan menerapkan ‘budaya streaming’ mereka dengan merilis film dengan jadwal bioskop yang sangat terbatas.





Selain itu, film-film yang franchise yang dirilis Warner Bros. juga dikhawatirkan akan menjadi milik Netflix secara eksklusif dan tidak memiliki perilisan global seperti saat ini. Co-CEO Netflix, Ted Sarandos sempat bersikeras bahwa Netflix tidak “menentang adanya film di bioskop.”

Platform streaming tersebut mengatakan bahwa mereka tetap "berencana” merilis film-film Warner Bros. di bioskop jika kesepakatan senilai USD82,7 miliar untuk studio dan HBO Max tersebut selesai.

Dalam panggilan konferensi dengan investor dan media pada Jumat, co-CEO Netflix mengungkit kembali pencapaian perusahaan yang telah merilis 30 film di bioskop pada tahun 2025.

Namun, sebagian besar film tersebut memiliki masa tayang di bioskop yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan film dari studio konvensional. (Hal inilah yang ditakutkan oleh para penggemar).

“Bukan berarti kami menentang penayangan film di bioskop,” kata Sarandos. 

“Penolakan saya sebagian besar berpusat pada fakta tentang jendela eksklusif yang panjang, yang menurut kami tidak terlalu ramah konsumen,” tambahnya.

Ia melanjutkan, “Tetapi ketika kami berbicara tentang mempertahankan HBO, sebagian besar akan seperti apa adanya, itu juga mencakup perjanjian output film mereka dengan Warner Bros., yang mencakup siklus hidup yang dimulai di bioskop, dan itu akan terus kami dukung.”