Merdeka dari Spam dan Scam, Tri Andalkan AI untuk Keamanan
Uzone.id – Semua rentan menjadi korban spam dan scam call. Baru-baru ini, keluarga selebgram Fadil Jaidi jadi korban penipuan. Kerugian finansial yang ditanggung pun nggak main-main. Ia dan keluarga harus kehilangan uang senilai 3 digit karena ditipu oleh orang tidak bertanggung jawab.
“Mamah tuh di-spam call juga. Terus di chat juga. Diyakinin bahwa ayo cepet mau berbisnis nggak? Bahkan orang itu tuh berusaha menjadi temen mamah yang memang bener-bener temen mamah tapi ternyata semuanya tuh fake. Dari fotonya fake, dari nomernya fake. Terus dari semuanya tuh mulai palsu semuanya. Jadi bikin mamah tuh percaya dan mamah juga nggak bilang ke anak-anaknya gitu. Sehingga mamah transfer uang, yaudah akhirnya jadi kena tipu,” kisah Fadil mengenai kronologi penipuan yang menimpa keluarganya di depan awak media, Kamis (14/8).
Namun, Fadil bukanlah satu-satunya korban spam dan scam call. Data dari Asia Scam Report 2024 by GASA ungkap bahwa sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia menghadapi percobaan scam setiap minggunya.
Di sisi lain, anak muda menjadi kelompok yang paling terdampak. Meskipun aktif di dunia digital, sekitar 39 persen dari mereka pernah menjadi korban penipuan digital. Kerugian yang diterima korban pun tidak main-main. Bukan hanya rugi secara finansial, para korban juga terdampak secara mental.
Untuk itu, Tri hadirkan solusi anti-spam, anti-scam sebagai tindakan preventif berbasis AI untuk mencegah lebih banyak lagi korban. Inovasi ini didukung oleh teknologi AIvolusi 5G sebagai langkah nyata dalam mewujudkan visi menjadi AI-TechCo terdepan di Indonesia.
Nantinya, nomor-nomor yang terindikasi tersebut akan dianalisis oleh sistem. Ulasan dan komentar pelanggan akan disimpan dalam sistem Bima+ dan akan digunakan untuk melatih AI.
Tujuannya adalah membangun database yang dapat membedakan mana panggilan hasil pemindaian, mana spam, dan mana panggilan asli sehingga informasi yang valid bisa diberikan kembali kepada pelanggan.
Sebagai garda terdepan perlindungan digital, fitur Tri AI: Anti Spam/Scam telah dibekali dengan teknologi yang bisa mendeteksi dan memberikan peringatan dalam kategori warna berbeda, yakni:- Panggilan aman akan ditandai warna tosca dengan notifikasi “Tri: Nomor Aman”.
- Panggilan terindikasi spam akan muncul berwarna kuning dengan notifikasi “Tri: Nomor Tak Dikenal”.
- Panggilan teridentifikasi scam akan diberi warna merah dengan notifikasi “Tri: Nomor Berisiko”.
Untuk SMS yang terindikasi mencurigakan, pengguna akan menerima peringatan otomatis agar dapat segera mengambil langkah pencegahan.
“Fitur untuk blokir juga akan kami kembangkan agar pelanggan punya opsi untuk memblokir nomor tersebut. Jika pelanggan sudah memblokir nomor di aplikasi Bima, itu akan menjadi laporan bagi kami. Lalu kami akan mulai mempelajari tren pelanggan sudah memblokir, pelanggan bilang “ya, ini spam” atau “tidak, ini bukan spam,” jelas Philip Joseph selaku SVP Head of National Customer Success Indosat.
Bagi pelanggan yang ingin menggunakan fitur ini, langkah pertama adalah membeli paket Happy mulai dari Rp50 ribu. Selanjutnya, aktifkan fitur VoLTE di menu jaringan seluler.
Setelah itu, unduh atau perbarui aplikasi Bima+ ke versi terbaru. Terakhir, atur Bima+ sebagai aplikasi panggilan utama di perangkat, sehingga fitur pendeteksi spam dan scam dapat bekerja secara optimal.
Fitur Tri AI: Anti Spam/Scam ini tersedia untuk semua pelanggan Tri dalam dua pilihan sebagai berikut:
- Fitur basic: Cukup dengan pakai Tri dan punya paket aktif, mendapatkan notifikasi pada telepon dan peringatan pada SMS untuk nomor berpotensi gangguan/ancaman.
- Fitur Plus+: Bagi yang ingin perlindungan lebih lengkap, tersedia fitur Plus+ yang dapat dinikmati melalui pembelian paket Tri mulai dari Rp50.000. Fitur Plus+ menyediakan tampilan peringatan SMS yang lebih jelas, pop up notifikasi telepon yang dikategorikan dengan warna berbeda dan rangkuman riwayat panggilan yang bisa di akses di aplikasi bima+.