Gadget

Menjajal ‘Kasta Tertinggi’ Android: Samsung Galaxy Z TriFold!

Muhammad Faisal Hadi Putra
Menjajal ‘Kasta Tertinggi’ Android: Samsung Galaxy Z TriFold!

Uzone.id - Jujur saja, saat pertama kali melihatnya langsung, kemudian menggenggamnya, rasanya smartphone ini layak disebut sebagai kasta tertinggi dari smartphone Android saat ini. Ya, inilah Samsung Galaxy Z TriFold, smartphone ‘lipat tiga’ pertama Samsung, yang akhirnya bisa kami coba secara langsung.

Samsung sampai sekarang masih jadi merek yang selalu konsisten meluncurkan dua smartphone lipat tiap tahunnya, Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip, yang kini sudah masuk iterasi ke-7. Namun di tahun ini ada sesuatu yang berbeda, seolah mengukuhkan vendor asal Korea Selatan ini sebagai ‘rajanya’ HP lipat, dengan memboyong Samsung Galaxy Z TriFold.

Bukan di Korea Selatan saja. Samsung Galaxy Z TriFold juga dijual di negara lain seperti China, Taiwan, Singapura, Uni Emirat Arab, dan juga Amerika Serikat, tentu dengan harga yang tak murah, yakni sekitar Rp40 jutaan. 


Kami berkesempatan untuk mencoba langsung Samsung Galaxy Z TriFold, begini kesan-kesan kami setelah menggunakannya dalam waktu singkat.

Mewah, tipis banget!


Membuka kotaknya, kemudian mengangkat ponsel ini, hal pertama yang langsung terasa saat memegang Samsung Galaxy Z TriFold adalah betapa tipisnya ponsel ini. Sisi tertipisnya, di bagian kiri tepatnya, ketebalannya cuma 3,9 mm, sedangkan area paling tebal di sisi kanan, hanya 4,2 mm. 

Coba bandingkan dengan Samsung Galaxy S25 Ultra, ponsel ini bahkan setengah lebih tipis. Disandingkan dengan Samsung Galaxy Z Fold7 pun, masih lebih ramping pada sisi tertipisnya. Saking tipisnya smartphone ini, nyaris tak ada area kosong di di sisi atas dan bawah port USB-C. 


Namanya juga jadi smartphone paling canggih, maka desainnya pun dibuat lebih premium. Bukan warna elegan, melainkan Crafted Black dengan tekstur yang mirip serat karbon, sehingga terlihat mahal dan rugged. Smartphone ini juga sudah mengantongi rating IP48 tahan air dan debu. 


Cuma, kekurangannya tetap sama, bodi belakangnya gampang banget kotor karena jejak sidik jari. Dan, agak licin bodinya. Harus hati-hati deh pegang smartphone ini. Untung, dalam paket pembelian, Samsung sertakan casing dengan tekstur carbon yang juga mewah dan lebih keset di tangan.


Bagaimana kalau smartphone ini dilipat? Jelas, dengan menumpuk tiga lapisan layar, ketebalannya mencapai 12,9 mm, atau beda 4 mm dibanding Samsung Galaxy Z Fold7 dalam posisi yang sama.


Bobotnya pun mencapai 309 gram, cukup berat, tapi lebih ringan ketimbang harus nenteng tablet. Lagian, dimensi ini bisa dimaklumi, mengingat ini adalah tablet 10 inci yang bisa masuk ke saku celana. 


Layar dengan dua engsel titanium


Tentu saja, perbedaan paling signifikan dari Samsung Galaxy Z Fold7 dengan Galaxy Z TriFold adalah rasio layarnya. Saat dibuka, layar 10 inci Dynamic AMOLED 2X ini terlihat lebih persegi panjang ketimbang ‘Fold biasa’. 

Bicara soal mekanisme lipatannya, Samsung Galaxy Z TriFold mengadopsi teknik yang berbeda dari Huawei Mate XT. Bila smartphone lipat Huawei mengusung mekanisme lipatan keluar dan cuma membawa satu layar saja, lipatan Galaxy Z TriFold justru ke dalam. 

Ada plus minus-nya dari kedua mekanisme ini. Kelebihan Huawei Mate XT, pengguna disuguhkan tiga mode layar sekaligus, yakni mengakses aplikasi di satu layar, dua layar, atau tiga layar sekaligus. Cuma kekurangannya, saat dilipat sepenuhnya, ada area layar yang tak terlindungi, membuatnya lebih riskan terhadap kerusakan. 


Kalau Samsung Galaxy Z TriFold, layar bagian dalamnya memang terlindungi sepenuhnya. Cuma, pengguna hanya mendapatkan dua mode layar saja, yakni cover screen dan layar bagian dalam. Tak ada mode yang memungkinkan pengguna membuka ‘setengah layar’ seperti Huawei Mate XT.

Layar bagian dalam Samsung Galaxy Z TriFold sendiri beresolusi 1.584 x 2.160 piksel dengan rasio 4:3, sudah mendukung refresh rate 120Hz, tingkat kecerahan sampai 1.600 nits, dan mendukung konten HDR. 


Ada fitur sederhana, tapi penting untuk menjaga keamanan ponsel ini. Bawaannya, melipat Samsung Galaxy Z TriFold harus dari sisi kiri dan menutupnya dengan sisi kanan. Jika tak sengaja menutup sisi kanan terlebih dahulu, akan muncul notifikasi dan getaran untuk mencegah itu terjadi.


Di bagian luar, terpampang layar Dynamic AMOLED 2X seluas 6,5 inci beresolusi Full HD+ dengan refresh rate 120Hz, tingkat kecerahan 2.600 nits, mendukung konten HDR, dan berlapis Gorilla Glass Ceramic 2. 


Performa kelas atas, sudah dukung DeX


Samsung Galaxy Z TriFold ditenagai Snapdragon 8 Elite for Galaxy yang masih tergolong mumpuni tahun ini. Chipset ini dipadukan dengan RAM 16 GB dan ruang penyimpanan sampai 1 TB, serta baterainya berkapasitas 5.600 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W dan wireless charging 15W. 

Bukan spesifikasi ‘rata kanan’ yang jadi perhatian kami, tapi sistem operasi dan fitur di dalamnya. Samsung Galaxy Z TriFold berjalan di One UI 8 berbasis Android 16 yang mendapatkan jaminan update 7 kali serta tambalan keamanan sampai 7 tahun ke depan.


Berkat integrasi sempurna dengan layanan Google, tentu saja ponsel ini sudah mendukung CIrcle to Search dan Gemini. Dan, Samsung Galaxy Z TriFold juga sudah mendukung Galaxy AI dengan fitur lengkap seperti Galaxy Z Fold7. 

Pertanyaannya di sini pasti, “buat apa layar gede-gede?” Di sini spesialnya, karena Samsung Galaxy Z TriFold memungkinkan kalian membuka tiga aplikasi sekaligus secara vertikal dengan tampilan penuh, bukan versi mini. Kalau belum cukup, buka aplikasi ke-4, ke-5, dan seterusnya, juga bisa ditampilkan dalam mode windowed.


Samsung Galaxy Z TriFold juga jadi smartphone pertama Samsung yang mendukung DeX standalone, atau berjalan langsung di perangkat tanpa perlu tersambung ke monitor eksternal. Tinggal sambungkan ponsel ini dengan keyboard dan mouse wireless, Samsung Galaxy Z TriFold langsung berubah menjadi laptop mini untuk kebutuhan kerja on-the-go


Sedikit di sektor fotografi, Samsung Galaxy Z TriFold membawa kamera utama 200 MP dengan OIS, bersanding dengan lensa ultrawide 12 MP yang sudah autofokus, dan kamera telephoto 10 MP dengan OIS dan kemampuan 3x optical-zoom. Di depan, ada masing-masing kamera selfie 10 MP. 


Kesimpulan


Samsung Galaxy Z TriFold adalah smartphone Android tercanggih saat ini. Bukan karena statusnya sebagai ponsel lipat tiga pertama Samsung, tapi karena eksekusi inovasinya yang menurut kami matang. 

Walau harganya tembus Rp40 jutaan dan terasa agak tebal saat dikantongi, perangkat ini berhasil menyulap tablet 10 inci menjadi perangkat saku dengan durabilitas mumpuni berkat mekanisme lipat ke dalam yang lebih aman. 


Nilai jual utamanya juga bukan sekadar desain tipis 3,9 mm saja, tapi juga kemampuannya yang dapat berubah menjadi ‘laptop mini’ berkat Samsung DeX yang bisa berjalan langsung tanpa layar tambahan. Ponsel ini juga bisa menjalankan tiga aplikasi dengan tampilan penuh tanpa kompromi.

Buat kami, Samsung Galaxy Z TriFold bukan sekadar barang eksperimental, melainkan smartphone dengan standar baru yang sudah tersedia di pasaran.