Headline

Menjajal AirPods Pro 3: ANC Lebih Senyap dan Nyaman di Telinga

Hani Nur Fajrina
Menjajal AirPods Pro 3: ANC Lebih Senyap dan Nyaman di Telinga

Uzone.id – Setelah kehadiran AirPods Pro 2 beberapa tahun lalu, jujur saja, saya sempat bertanya-tanya apakah generasi berikutnya bisa memberikan sesuatu yang benar-benar terasa. Saat AirPods Pro 3 tiba, ekspektasi saya tidak terlalu tinggi.

Namun setelah menjajalnya secara singkat usai peluncuran di markas Apple dan di Jakarta, saya semakin yakin AirPods Pro 3 bisa menjadi produk yang membuat pengalaman audio pribadi semakin naik kelas.

Ada beberapa aspek praktis yang terasa lebih matang: bagaimana AirPods Pro 3 merespons lingkungan, bagaimana ia menyesuaikan suara dengan bentuk telinga, hingga bagaimana produk ini meredam kebisingan.

Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id

Peningkatan paling nyata tentu ada pada Active Noise Cancellation (ANC) yang kini terdengar (dan terasa) lebih senyap dibanding pendahulunya.

Desain masih familiar, tapi rasa pakainya lebih stabil

Dari luar, AirPods Pro 3 masih mempertahankan gaya khas Apple: case compact, batang pendek, dan bobot ringan. Tetapi rasanya ada penyesuaian kecil pada bobot dan desain ear tips yang membuat TWS ini lebih “ngunci” di telinga.

Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id

Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id

Selama dipakai untuk mendengar musik, sesi mindfulness, termasuk saya sempat mengenakannya secara singkat untuk jogging di Apple Park, AirPods Pro 3 tetap stabil tanpa perlu sering disesuaikan posisinya.

Yang menarik, Apple kini menyertakan lima ukuran ear tip sekaligus di dalam box: XXS, XS, S, M, dan L. Tambahan XXS memberi ruang lebih banyak bagi pengguna dengan saluran telinga kecil, sesuatu yang sering luput dalam desain perangkat TWS.

Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id

Di iPhone, Apple juga menyediakan Ear Tip Fit Test di menu Settings AirPods Pro 3. Melalui fitur ini, pengguna bisa mengecek apakah ukuran tip yang dipasang sudah optimal untuk penyegelan dan kualitas suara. Tes ini simpel, tapi sangat membantu menentukan ear tip yang paling pas.

Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id

Ukuran yang menjadi default ear tip yang dipasang AirPods Pro 3 adalah Medium. Pengguna dapat menggantinya sesuai kebutuhan.

ANC lebih senyap, upgrade yang layak diapresiasi

Inilah area di mana AirPods Pro 3 benar-benar terasa beda. Active Noise Cancellation (ANC) generasi baru ini meredam suara lebih dalam, lebih konsisten, dan dalam beberapa situasi bahkan lebih “halus.”

Di restoran dengan suara bising pengunjung lain hingga obrolan berlapis-lapis, AirPods Pro 3 mengubahnya menjadi desisan lembut di latar belakang.



Ketika saya bandingkan langsung dengan AirPods Pro 2, hasilnya jelas:

  • Suara menengah seperti percakapan manusia (yang biasanya bocor) kini lebih banyak terpangkas
  • Hum dari AC dan kipas tidak terdengar
  • Suara deru kabin pesawat dan sejenisnya secara mulus menghilang
  • Gemuruh musik yang cukup kencang di sebuah ruangan juga dilibas.

Dengan ANC yang lebih efektif, saya bisa mendengarkan musik atau podcast dalam volume yang lebih rendah tanpa kehilangan detail. Ini bukan peningkatan tipis-tipis; ini level upgrade yang saya percaya akan membuat pengguna sadar sedang memakai generasi baru.

Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id

Saat menggunakan aplikasi Noise di Apple Watch sembari mengenakan AirPods Pro 3, suasana latar tempat saya berada dibikin cukup berisik. Saat saya mengaktifkan listening mode Transparency ataupun Adaptive, kebisingan di dalam ruangan akan masuk dan tercatat di aplikasi Noise dalam satuan desibel. 

Sedangkan saat fungsi Noise Cancellation saya nyalakan, aplikasi Noise langsung berhenti menangkap kebisingan. 

Foto: Uzone.id
Foto: Uzone.id

Pun begitu dengan mode Transparency AirPods Pro 3. Di generasi ketiga ini, Apple membuatnya semakin natural dan mulus. Suara lingkungan tidak terdengar mendesis, dan tidak ada rasa delay. Saat saya berbicara dengan teman, saya sampai lupa bahwa telinga saya masih tertutup earbuds.

Live Translation yang bakal disukai para traveler

Satu fitur baru yang cukup mengejutkan –namun memang sudah seharusnya hadir– di AirPods Pro 3 adalah Live Translation. Ketika dipasangkan dengan iPhone yang sudah mendukung fitur ini, pengguna bisa mendapatkan terjemahan suara secara langsung di telinga, baik saat berbicara dengan orang lain maupun saat mendengarkan percakapan dalam bahasa asing.

Saya mencoba fitur ini secara singkat beberapa waktu lalu untuk mendengarkan orang berbicara dalam bahasa Spanyol dan terjemahan yang muncul di iPhone terasa cukup cepat, akurat, sementara hasil audionya terdengar halus di AirPods.



Fitur ini terasa sangat membantu untuk traveler, percakapan lintas bahasa, sampai kebutuhan kerja seperti meeting dengan narasumber internasional. Bukan pengganti penerjemah profesional, tentu saja, tapi cukup “magis” untuk perangkat sekecil ini.

AirPods Pro 2 vs AirPods Pro 3: harus upgrade?

Jika kalian pengguna AirPods Pro 2 dan merasa performanya sudah cukup, upgrade ke generasi ke-tiga ini mungkin saja belum menjadi prioritas.

Tapi jika kalian sering commute, bekerja di lingkungan bising, atau mengutamakan ketenangan maksimal dan mau langsung menjajal TWS dari Apple dengan fitur paling tinggi, AirPods Pro 3 menghadirkan ANC dan kualitas suara yang cukup signifikan untuk dipertimbangkan.

AirPods Pro 3 vs AirPods Pro 2 (Foto: Uzone.id)
AirPods Pro 3 vs AirPods Pro 2 (Foto: Uzone.id)

Tambahan 5 ukuran ear tips juga menjadi nilai plus besar, terutama bagi pengguna di luar sana yang sulit menemukan ukuran yang benar-benar pas di generasi sebelumnya.

Dengan banderol di kisaran Rp4.499.000 di Indonesia, AirPods Pro 3 terasa bukan sekadar penyempurnaan generasi.

Earphone TWS ini lebih senyap, lebih responsif, lebih adaptif, dan lebih matang secara keseluruhan. Bukan hanya membuat musik terdengar lebih baik, tetapi juga membuat ruang sekitar terasa lebih tenang dan terkontrol.

Gimana, Uzoners? Kalian tertarik?