Digilife

Mengenal Gerakan Nasional Literasi Digital dari Komdigi untuk Masyarakat

Hani Nur Fajrina
Mengenal Gerakan Nasional Literasi Digital dari Komdigi untuk Masyarakat

Uzone.id — Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) merupakan salah satu inisiatif besar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komidigi, dulunya Kominfo) untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat Indonesia.

Program ini pertama kali diluncurkan pada 2017 melalui kerja sama Komdigi dengan Siberkreasi, komunitas, akademisi, startup, hingga organisasi masyarakat sipil.

Hingga kini, GNLD masih aktif berjalan dan bahkan terus berkembang menyesuaikan tantangan zaman.





Menurut data resmi Komdigi, hingga akhir 2023 program ini sudah melatih lebih dari 24,6 juta masyarakat Indonesia. Mereka tersebar di berbagai wilayah, mengikuti pelatihan baik secara tatap muka maupun daring.

Tujuannya jelas: membekali masyarakat dengan keterampilan dasar digital agar dapat lebih aman, produktif, dan cerdas dalam menggunakan internet.

Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, menegaskan pentingnya keberlanjutan GNLD.

“Keempat pilar literasi digital disampaikan melalui berbagai modul dan kegiatan seminar, lokakarya, serta pengajaran lain yang dilakukan oleh GNLD yang terbuka untuk umum,” jelasnya.

Empat pilar yang dimaksud adalah kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital.

GNLD masih aktif dan terus berkembang

Banyak yang bertanya apakah GNLD masih berjalan hingga kini. Jawabannya: iya, program ini tetap aktif. Bahkan, pada Agustus 2025 lalu, GNLD menggelar pelatihan literasi digital di Banda Aceh dengan menggandeng komunitas relawan, akademisi, generasi muda, hingga kelompok difabel.

Fakta ini menunjukkan bahwa GNLD tidak hanya fokus di kota besar, tetapi juga merambah komunitas di daerah.


Foto: dok. Komdigi
Foto: dok. Komdigi


Selain pelatihan, GNLD juga mengembangkan materi pembelajaran. Bersama Siberkreasi dan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi), GNLD meluncurkan 58 buku literasi digital yang bisa diakses publik. Buku-buku ini membahas beragam topik, mulai dari keamanan siber, jejak digital, hingga cara memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara etis.

Fakta menarik GNLD

1. Jutaan peserta
Sejak diluncurkan, GNLD sudah menjangkau lebih dari 24,6 juta orang. Angka ini menunjukkan antusiasme sekaligus kebutuhan masyarakat terhadap literasi digital.

2. 142 mitra kolaborasi
Program ini melibatkan ratusan mitra, mulai dari universitas, komunitas, startup, hingga NGO. Kolaborasi ini memperluas jangkauan pelatihan ke berbagai segmen masyarakat.

3. Topik terbaru: literasi AI
Sejalan dengan tren teknologi, GNLD mulai memasukkan modul tentang kecerdasan buatan. Peserta diajak memahami peluang sekaligus risiko AI agar bisa lebih siap menghadapinya.

4. Pendekatan berbasis komunitas
GNLD tak hanya menyelenggarakan seminar besar, tapi juga pelatihan kecil berbasis komunitas, yang lebih interaktif dan sesuai kebutuhan lokal.

5. Materi edukatif gratis
Selain pelatihan, GNLD menyediakan materi digital yang bisa diakses gratis melalui kanal Kominfo dan Siberkreasi.





Mengapa GNLD penting?

Meski penetrasi internet di Indonesia sudah sangat luas, tingkat literasi digital nasional masih tergolong sedang. Survei Katadata-Kominfo tahun 2021 menempatkan skor literasi digital Indonesia pada angka 3,49 dari skala 5.

Artinya, masih banyak masyarakat yang perlu dibekali pemahaman lebih baik, khususnya terkait keamanan data pribadi, etika bermedia sosial, dan cara menangkal hoaks.

Di sinilah GNLD hadir. Program ini tidak hanya menekankan sisi teknis penggunaan perangkat atau aplikasi, tetapi juga menanamkan kesadaran etis dan kritis. Dengan begitu, masyarakat tidak sekadar menjadi konsumen digital, tetapi juga kreator yang bertanggung jawab.

Akses dan partisipasi

Masyarakat bisa mengikuti GNLD melalui beragam kanal. Biasanya, informasi pelatihan diumumkan di situs resmi Kominfo.go.id, kanal Siberkreasi, hingga media sosial. Banyak pelatihan yang terbuka gratis untuk umum, baik online maupun offline.

Beberapa program juga menyediakan sertifikat yang bisa menjadi nilai tambah bagi peserta.
Selain itu, GNLD juga menggencarkan kampanye publik, baik lewat festival literasi digital maupun kolaborasi dengan pemerintah daerah.





Program ini sengaja didesain inklusif agar bisa menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, pelaku UMKM, hingga orang tua.

Hingga kini, Gerakan Nasional Literasi Digital Komdigi masih berjalan aktif dan justru semakin relevan. Dengan jangkauan jutaan peserta, dukungan ratusan mitra, serta materi yang terus diperbarui termasuk literasi AI, GNLD menjadi tonggak penting dalam menciptakan masyarakat digital yang cerdas dan beretika.

GNLD diharapkan bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi peluang untuk meningkatkan keterampilan digital yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, dunia kerja, hingga kewirausahaan.

Dengan semangat kolaborasi, program ini berupaya menjawab tantangan besar era digital: bagaimana menjaga ruang siber yang aman, sehat, dan produktif untuk semua.