Menembus Jalur Bencana Aceh Bermodal Mobil Modifikasi Offroad 6x6
Uzone.id - Kondisi jalan di Aceh mengalami rusak parah akibat bencana alam. Namun hal itu tidak menyurutkan langkah para relawan komunitas mobil, salah satunya Indonesia Offroad Federation (IOF) bersama 6×6 Xtrim Indonesia untuk memberikan bantuan.
Dengan mengandalkan kendaraan berpenggerak empat dan enam roda, tim IOF Sumatra Utara dan Aceh bahu-membahu menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi di sejumlah daerah terdampak, termasuk Aceh Tamiang dan Aceh Tengah.
Mobil off-road 6×6 bergaya double cabin yang mereka gunakan harus berjibaku melawan lumpur tebal, jalur licin, serta rintangan berupa kayu gelondongan yang menutup akses jalan.
Rombongan relawan diketahui berangkat secara konvoi dari Medan sejak sepekan sebelumnya.
Kendati kendaraan telah dimodifikasi secara ekstrem, tantangan di lapangan tetap terasa berat karena kedalaman lumpur di beberapa titik mencapai batas kemampuan kendaraan.
Mobil yang digunakan adalah Toyota Hilux Double Cabin versi lama yang dimodifikasi menjadi penggerak 6×6.
Hingga saat ini, tim SAR Rescue IOF Sumut telah berhasil mencapai sedikitnya lima desa. Selain membuka akses jalan darurat, para relawan juga membersihkan puing-puing dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak bencana.
Di wilayah lain, Tim IOF turut bergerak memanfaatkan ketangguhan kendaraan untuk menembus daerah pelosok di Kecamatan Pameu, Kabupaten Aceh Tengah.
Medan berat, jalur terputus, serta lintasan berlumpur akibat banjir dan longsor tidak menghalangi niat para relawan off-roader untuk sampai ke titik-titik yang belum tersentuh bantuan.
Dengan memaksimalkan ground clearance yang tinggi dan penggunaan ban mud-terrain, tim IOF Aceh berhasil mengantarkan bantuan ke sejumlah titik.
Di Kampung Lut Jaya, relawan menyalurkan 35 sak beras dan 25 dus mi instan sebagai kebutuhan pokok warga.
Sementara itu, bantuan untuk Kampung Kuala Rawa terdiri atas 24 sak beras dan 24 karton mi instan. Tak hanya permukiman warga, lembaga pendidikan juga menjadi perhatian relawan.
Pesantren Babul Najah menerima 30 karton mi instan serta perlengkapan tambahan seperti pampers untuk kebutuhan santri.
Selain IOF, komunitas mobil asal Medan 6×6 Xtrim Indonesia juga turut memberikan bantuan kepada korban banjir di wilayah Aceh dan sekitarnya. Mereka telah menghabiskan waktu kurang lebih satu minggu di wilayah terdampak banjir.
“Izin kami balik ke Medan dulu ya gaes, sudah seminggu kami di Aceh Tamiang dalam misi membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah korban banjir bandang di daerah 5 desa terujung di Aceh Tamiang yang terisolasi,” tulis status postingan Instagram Herwindo Windo yang mengunggah misi kemanusiaan tersebut.
“Alhamdulillah kami sudah bisa menyentuh warga tersebut dan sedikit memberi bantuan kepada mereka. Itu semua bisa terlaksana berkat ridho Allah dan doa kalian semua. Terima kasih kepada netizen yang selalu mendoakan kami semua,” lanjut pernyataannya.
Aksi kemanusiaan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat. Warga menilai kehadiran armada off-road sangat membantu, terutama karena jalur distribusi logistik pascabencana tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat biasa.
Lebih dari sekadar mengantarkan bantuan, IOF Aceh juga berupaya memastikan jalur-jalur darurat tetap bisa digunakan untuk pendistribusian logistik lanjutan.
Peran komunitas otomotif ini menjadi bukti bahwa kendaraan 4×4 dan 6×6 memiliki fungsi vital dalam kondisi kebencanaan, khususnya di wilayah dengan kontur alam yang berat dan akses terbatas.