Automotive

Mantan Bos Ferrari Sindir Desain Luce, Brand China Saja Ogah Tiru

Brian Priambudi
Mantan Bos Ferrari Sindir Desain Luce, Brand China Saja Ogah Tiru

Uzone.id - Setelah penantian yang cukup panjang, Ferrari akhirnya resmi memperkenalkan mobil listrik pertama mereka ke pasar global. Namun, alih-alih disambut dengan tepuk tangan meriah, mobil yang diberi nama Ferrari Luce EV ini malah panen hujatan.

Banyak yang merasa desainnya sangat jauh dari karakter khas 'Il Cavallino Rampante' yang selama ini kita kenal dari pabrikan Maranello.

Salah satu suara paling vokal datang dari Luca Di Montezemolo, sosok yang pernah memimpin Ferrari selama dua dekade.

Saking kecewanya, Montezemolo bahkan memberikan komentar yang sangat pedas dengan menyebut bahwa desain Ferrari Luce sangat buruk sampai pabrikan asal China pun kemungkinan besar tidak akan sudi untuk menirunya.

Ia merasa Ferrari saat ini sedang berada di ambang risiko menghancurkan sebuah legenda otomotif dunia.

Dalam pernyataannya, Montezemolo secara blak-blakan berharap agar logo kuda jingkrak tersebut dilepas saja dari Luce EV daripada merusak citra brand Ferrari yang sudah dibangun puluhan tahun.

"Kita berisiko menghancurkan sebuah legenda. Setidaknya, ini jelas mobil yang tidak akan ditiru oleh pabrikan-pabrikan Cina," ujar Montezemolo usai melihat Ferrari Luce EV, dikutip dari Politico.

Hal ini tentu kontras dengan masa lalu, di mana desain mobil Ferrari selalu menjadi kiblat dan rujukan utama bagi brand-brand lain di seluruh dunia.




Spesifikasi Ferrari Luce

Dibalik kontroversi estetikanya, Luce EV sebenarnya digarap oleh tangan-tangan dingin dari LoveFrom, yaitu studio desain milik Jony Ive dan Marc Newson yang sebelumnya sukses menciptakan desain ikonik iPhone.

Hasil kolaborasi ini menciptakan tampilan glass house yang sangat bersih, sayap aerodinamis yang melayang secara futuristik di sisi depan dan belakang, hingga penggunaan pintu baris kedua bergaya suicide doors mirip Rolls-Royce.

Berbicara soal performa, Ferrari Luce EV tetaplah monster di lintasan. Mobil ini dibekali empat motor listrik dengan rincian motor depan sebesar 282 HP atau sekitar 210 kW, sedangkan motor belakangnya mampu menyemburkan daya hingga 831 HP atau 620 kW.

Jika mode Boost diaktifkan, tenaga kombinasinya bisa mencapai angka fantastis sebesar 1.035 HP yang memungkinkan mobil ini melesat dari posisi diam ke 100 km/jam hanya dalam waktu singkat, yakni 2,5 detik saja.



Untuk mendukung performa gahar tersebut, kaki-kaki Luce EV dipasangi velg raksasa berukuran 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, yang tercatat sebagai velg terbesar yang pernah ada pada mobil jalan raya produksi Ferrari.

Menariknya, seluruh komponen mobil ini dibuat secara mandiri atau in-house agar memudahkan perbaikan di masa depan sekaligus menjaga nilai jual kembalinya tetap tinggi di pasar kolektor.

Bagi para sultan yang berminat, Ferrari Luce EV sudah mulai bisa dipesan di wilayah Eropa pada akhir tahun ini dengan banderol harga mencapai 520 ribu euro atau setara dengan Rp 12 miliaran.

Sementara itu, untuk pasar di luar Eropa baru akan mendapatkan jatah unit mereka pada tahun depan, menandai babak baru sekaligus penuh tantangan bagi era elektrifikasi sang kuda jingkrak.