Malaysia Kejar Indonesia, Penjualan Mobil Tembus 820 Ribu
Uzone.id - Penjualan mobil di Malaysia tahun 2025 melampaui target yang ditentukan, bahkan bisa dibilang angkanya hampir menyamai penjualan mobil Indonesia. Apa penyebabnya?
Berdasarkan data Malaysia Automotive Association (MAA), selama dua tahun berturut-turut penjualan mobil di negeri Jiran tersebut menembus angka 800 ribu unit.
Bahkan pada tahun 2025 ini, penjualan mobil di Malaysia menembus 820.752 unit atau naik 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk perbandingan, total penjualan mobil di Malaysia tahun ini hampir menyamai Indonesia di angka 833.692 unit secara retail.
Angka ini mampu dicapai berkat beberapa faktor, salah satunya adalah kondisi ekonomi yang tangguh. Menariknya Malaysia bukan hanya tinggi dari segi penjualan domestik, tapi pasar ekspor juga semakin memulih.
Meskipun penjualan mobil di Indonesia masih lebih tinggi, namun trennya terus mengalami penurunan selama dua tahun belakangan ini. Di 2025, penurunan penjualan mobil mencapai 6,3 persen dibandingkan tahun 2024.
Padahal di tahun 2024, penjualan mobil secara retail juga mengalami penurunan dari 2023. Di mana tahun 2024 penjualannya mencapai 889.680 unit, turun 10,9 persen dari tahun 2023 yang mencapai 998.059 unit.
Presiden MAA Mohd Shamsor Mohd Zain menyoroti kebijakan overnight policy rate (OPR) yang turun menjadi 2,75 persen pada Juli 2025 membuat kondisi pembiayaan kendaraan menjadi lebih kondusif.
Termasuk kondisi sosial-politik di Malaysia yang stabil turut membuat kepercayaan bisnis dan pekerjaan menjadi lebih stabil.
"Pasar tenaga kerja yang positif juga mendukung industri dengan angka pengangguran terendah mencapai level terendah dalam 11 tahun yakni 2,9 persen," ungkap Mohd Samsor dikutip dari Bernama.
Samsor juga menyebutkan penjualan merek nasional masih menjadi kontributor terbesar dengan angka mencapai 511.468 unit atau sekitar 62,3 persen dari pangsa pasar tahun 2025.
Jika dilihat, angkanya memang jauh lebih tinggi ketimbang merek lain yang hanya mencapai 309.284 unit saja atau punya pangsa pasar 37,7 persen.
Menurut Samsor, di tahun 2026 industri otomotif Malaysia akan menerima sejumlah tantangan, namun masih terbilang positif yang dapat mendukung perkembangannya.
"Ini termasuk angka pengangguran rendah yang mendukung pendapatan jadi stabil dan kepercayaan diri konsumen. Di samping itu juga permintaan akan kendaraan terjangkau dan efisien bahan bakar juga kian menguat, khususnya dari merek nasional," jelasnya.
Belum lagi dari sisi pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang juga memberikan dukungan, khususnya dari merek luar yang membuat investasi masuk, transfer teknologi, dan pertumbuhan ke depan.
"Perkenalan dari merek dan model baru dipercaya bisa menjadi stimulasi pasar, sementara strategi promosi menarik bisa jadi nilai tambah untuk konsumen," pungkasnya.
Meskipun penjualan di 2025 ini mencapai di atas 820 ribu unit kendaraan, namun MAA tidak menetapkan target yang tinggi dengan mempertimbangkan berbagai risiko yang bisa berdampak pada industri otomotif.
MAA memprediksi angka penjualan di tahun 2026 ini hanya mencapai 790 ribu unit saja, alias turun 3,8 persen dari tahun 2025 kemarin.
Perlu diketahui, pada Agustus 2025 lalu penjualan mobil Malaysia sempat mengalahkan Indonesia pada laporan bulanan. Di mana Indonesia hanya menjual 169.578 unit, kalah banyak dari Malaysia di periode yang sama dengan angka penjualan tembus 183.366 unit.