Main TheoTown Khas Indonesia, Ada Plugin Indomaret dan Gedung DPR
Uzone.id - Belakangan ini timeline media sosial, khususnya YouTube dan TikTok, lagi ramai banget membahas gameplay dari game TheoTown. Game besutan studio asal Jerman, Blueflower ini, sebenarnya bukanlah judul game yang baru.
Gameplay TheoTown mirip-mirip dengan SimCity, dimana pemainnya diberikan kebebasan untuk membangun kota impian, namun dalam grafis ala pixel art.
Di balik tampilannya yang retro, TheoTown bisa dimainkan di berbagai perangkat, dan tidak menuntun spesifikasi tinggi agar lancar memainkannya. Pengguna Android dan iOS bisa langsung download TheoTown secara gratis di Play Store maupun App Store, meski disertai dengan iklan dan juga in-app purchase.
Sementara versi PC, kalian perlu membayar Rp90.999 via Steam untuk bisa memainkannya secara bebas tanpa gangguan iklan serta mengakses semua fitur yang sudah terbuka sejak awal.
Tips penting main TheoTown, perhatikan cashflow
Jadi, ada dua pendekatan permainan yang ditawarkan game TheoTown. Pertama adalah mode sandbox yang memberikan kebebasan penuh kepada pemainnya dengan uang yang tidak terbatas.
Di mode ini, kalian bisa ‘bodo amat’ soal dana pembangunan, karena bisa membangun kota tanpa risiko gagal. Dengan sandbox, kalian bisa membangun kota impian, bereksperimen, tanpa banyak mikir.
Sebaliknya dari sandbox, ada mode simulasi. Nah kalau mode ini jauh lebih serius, kalian akan merasakan sensasi sebagai pemimpin sebuah kota, karena setiap keputusan punya konsekuensi finansialnya.
Di sinilah kesabaran para pemain benar-benar diuji. Sebab, godaan terbesar para pemula biasanya adalah ingin langsung membangun infrastruktur megah dan lengkap sejak hari pertama. Padahal, kunci bermain di mode simulasi ini adalah menjaga kas keuangan tetap sehat agar tidak defisit.
Tipsnya dari awal, mulai dengan pembangunan yang sederhana. Gunakan jalanan aspal biasa dulu, daripada harus menggelontorkan anggaran lebih besar untuk jalan raya atau jalan tol.
Di awal, prioritaskan juga kebutuhan dasar warga seperti listrik dan air menggunakan kincir angin atau menara air sederhana.
Kemudian, perhatikan juga tata letak atau zonasi wilayah. Jadi, ada tiga zona di game ini, perumahan, komersial, dan industri, yang saling menopang semuanya. Penduduk butuh lapangan kerja, sementara sektor industri dan komersial juga perlu tenaga kerja.
Nah, satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah meletakkan zona industri yang berasap tebal di dekat perumahan.
Selain bikin tingkat polusi meroket, warga juga bakal protes dan kabur karena tidak betah. Jika populasi turun, otomatis pendapatan pajak juga merosot, dan hal ini berpotensi membuat kota yang telah dibangun bangkrut.
Terkait pajak, seperti dunia nyata, ini menjadi sumber pendapatan utama. Kalian sebagai pemimpin kota harus secara bijak menentukan nilai pajaknya, karena hal ini bakal berdampak pada indikator kepuasan warga.
Nah, uang dari pajak ini juga bukan cuma untuk bangun jalan saja, tapi juga fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, pemadam kebakaran, dan kantor polisi.
Punya plugin khas Indonesia
Ini yang bikin game TheoTown digandrungi pemain asal Indonesia, yakni banyaknya plugin bernuansa Indonesia yang bisa diunduh agar permainan menjadi lebih bervariasi.
Dengan plugin ini, kalian bisa mengubah wajah kota menjadi ala-ala perkotaan di Indonesia. Misalnya, ada Indonesia Transport Pack yang berisi berbagai transportasi publik di Indonesia, dari kereta api, bus, dan sebagainya, termasuk dengan infrastruktur terkaitnya.
Ada juga Indonesian Commercial yang hadirkan toko-toko khas, seperti Alfamart, Indomaret, CeriaMart, dan sebagainya.
Bahkan, ada gedung DPR, Monumen Nasional (Monas), SPBU Pertamina, gedung persekolahan yang khas, gerbang di kampung-kampung, sampai perkebunan kelapa sawit, yang bisa dipakai para gamer.
Kehadiran plugin lokal ini yang bikin pengalaman main TheoTown terasa lebih relate dibanding game simulasi kota lainnya. Jadi, kalian sudah jajal TheoTown belum, Uzoners?