Automotive

Macet Mudik Berjam-jam Pakai Jaecoo J7 SHS: Irit, Nyaman & Bebas Pegal

Muhammad Faisal Hadi Putra
Macet Mudik Berjam-jam Pakai Jaecoo J7 SHS: Irit, Nyaman & Bebas Pegal

Uzone.id - Satu kata yang pas banget buat menggambarkan kondisi mudik lebaran tahun ini, yakni macet. Ya, selain kondisi jalan yang ternyata masih banyak yang rusak dan bergelombang, lalu lintas yang super macet juga sukses menjadi momok selama mudik lebaran 2026. 

Mudik lebaran tahun ini, saya tak jauh-jauh melakukan perjalanan, cukup Bogor-Sukabumi yang biasanya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam saja. Tapi kali ini beda, total waktu tempuhnya mencapai lebih dari 5 jam!

Dan kalian pun tau, masalah terbesar yang ditimbulkan saat macet bukan soal ‘bosan di perjalanan’ saja, tapi konsumsi bahan bakar yang bisa lebih boros. 

Info saja nih, saat mobil berhenti di kemacetan tapi mesin tetap menyala atau idling, mesin tetap membakar bensin. Apalagi kalau macetnya stop-and-go, konsumsi bensinnya bisa lebih melonjak.

Namun, hal ini tak terlalu saya rasakan saat mudik dengan Jaecoo J7 SHS. SUV baru dari Jaecoo ini bisa diisi bensin, bisa juga dicas layaknya mobil listrik.


Sebenarnya bukan cuma perjalanan Bogor-Sukabumi saja. Di H-1 dan hari H lebaran, tentu harus berkeliling silaturahmi, sampai akhirnya jarak tempuh yang dilalui dengan mobil ini mencapai lebih dari 350 kilometer. 

Selama penggunaan, saya sengaja biarkan baterai Jaecoo J7 SHS di angka 20 persen tanpa dicolok ke pengisian daya sama sekali. Mode berkendara pun diset di Eco dan mengaktifkan mode HEV (hybrid electric vehicle).

Hasilnya ternyata sangat mengejutkan. Meski terjebak kondisi merayap berjam-jam, konsumsi bahan bakar rata-rata sukses bertengger di angka 25 hingga 30 kilometer per liter.


Efisiensi ini berasal dari sistem Dedicated Hybrid Transmission yang mengatur pembagian tenaga antara mesin bensin 1.5 TGDI dan motor listrik. 

Sekadar info, mesin bensinnya berkapasitas 1.498 cc 4-silinder turbo yang di atas kertas, sanggup mengeluarkan tenaga mencapai 143 HP dan torsi 215 Nm. Lantaran membawa sistem SHS atau super hybrid system, atau dikenal dengan plug-in hybrid (PHEV), mobil ini juga ditenagai motor listrik yang disuplai oleh baterai berkapasitas 18,3 kWh. 

Nah, dengan kondisi baterai yang cuma tersisa 20 persen dan berjalan pada mode HEV, sistem transmisi DHT mengambil peranan penting. Rasanya, sistem ini pintar dalam membaca kondisi lalu lintas yang stop-and-go untuk meminimalkan pembakaran bensin yang sia-sia.


Mesin bensin tidak terus-menerus dipaksa memutar roda secara langsung. Sistem akan mengatur kapan mesin menyuplai tenaga ke roda, dan kapan beralih fungsi menjadi generator untuk menyuplai daya ke motor listrik.

Soal tarikan, jangan ditanya deh, karena mobil ini tetap responsif. Kebetulan, perjalanan dari Bogor ke Sukabumi, saya melalui rute Puncak-Cipanas-Cianjur, dengan kontur jalan naik-turun. Tenaga gabungan dari mesin dan motor listriknya memang berasa banget manfaatnya saat dibejek di jalanan menanjak khas Puncak. 

Nyetir nyaman, nggak gampang lelah


Duduk di balik kemudi Jaecoo J7 SHS emang bikin nyaman, meski harus terjebak kondisi macet selama berjam-jam. Posisi duduknya ergonomis dan sudah serba elektrik. Pengaturan kemudinya pun sudah tilt dan telescopic steering, memungkinkan setir untuk ditarik maju-mundur dan naik-turun untuk menyesuaikan posisi menyetir yang paling nyaman.

Asyiknya, kursi depan juga sudah dibekali fitur ventilated seats. Buat saya, ini semacam fitur baru yang bikin enjoy—bikin punggung dan paha tetap adem.

Kenyamanan ini nggak cuma dirasakan saya sebagai pengemudi. Penumpang baris depan dan belakang juga dimanjakan dengan ruang kaki dan kepala yang lega banget. 


Urusan angkut barang bawaan yang banyak juga aman terkendali di mobil ini. Kapasitas bagasi SUV ini terbilang luas, karena saya bisa memasukkan dua koper besar beserta perintilan lainnya dengan rapi tanpa mengorbankan ruang penumpang.


Kesan lapang di dalam kabin makin maksimal berkat hadirnya panoramic sunroof berukuran besar yang membentang luas hingga ke kursi belakang. 

Layar super luas, audionya jernih!


Sensasi mobil premium dapat dirasakan juga saat menikmati sistem multimedia yang disuguhkan Kaecoo J7 SHS. Di tengah dasbor, terpampang layar vertikal raksasa seluas 14,8 inci, seolah menaruh tablet Android yang lebih besar dari Samsung Galaxy Tab S11 Ultra.

Layar ini dapat terhubung ke smartphone juga via Apple CarPlay atau Android Auto. Lewat layar ini, berbagai pengaturan bisa diterapkan, dari mengatur AC dual-zone atau menyalakan sistem ion, navigasi, mengaktifkan berbagai fitur pada mobil, dan sebagainya.

Yang mengasyikkan selama perjalanan adalah, begitu dimanjakanya telinga oleh sistem audio premium dari Sony dengan 12 speaker di sekeliling kabin. Suaranya jernih dan detail, ditambah pendaran ambient lighting yang bisa disesuaikan warnanya atau tergantung beat dari musik yang didengarkan. 

Sementara buat memantau informasi kendaraan, pandangan saya dibantu panel instrumen digital 12,5 inci di balik kemudi. Ada juga Head-Up Display (HUD) yang memproyeksikan kecepatan dan ADAS langsung ke kaca depan, jadi fokus mata bisa tetap awas ke jalan.

Fitur keselamatan lengkap


Mumpung bahas soal ADAS atau Advanced Driver Assistance System, Jaecoo J7 SHS ini punya deretan fitur keselamatan yang sangat berguna saat mudik. 

Bayangkan saja terjebak macet berjam-jam, pasti bikin kaki pegal kalau harus terus-terusan injak rem dan gas secara manual. Untungnya ada fitur Traffic Jam Assist, di mana mobil bisa melaju dan mengerem secara otomatis mengikuti ritme kecepatan kendaraan di depan. 

Nah, ada momen ketika saya harus melalui jalan tikus yang lumayan sempit, tentu saja untuk menghindari kemacetan. Saat itu, saya harus melalui Jalan Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, untuk menghindari kemacetan panjang di Gadog. 

Jalanan di kawasan ini memang khas jalur alternatif perkampungan yang sempit, berliku, dan kadang berbatasan langsung dengan selokan air. Belum lagi kalau harus berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan. 


Nah, di situasi yang biasanya bikin waswas seperti ini, sistem kamera 540 derajat dari Jaecoo J7 SHS langsung jadi penyelamat.

Layar raksasa di dasbor secara pintar menampilkan visualisasi menyeluruh kondisi sekitar, jadi tahu persis di mana posisi ban. Manuver di jalan sesempit apa pun jadi jauh lebih pede, tanpa khawatir bodi lecet terserempet atau ban terperosok.

Tidak ketinggalan, fitur Blind Spot Detection yang sigap membantu memantau pergerakan kendaraan roda dua yang kerap tiba-tiba menyalip dari sisi yang tak terlihat di tengah padatnya arus lalu lintas.

Selama perjalanan mudik, kombinasi tingkat efisiensi BBM dari mesin PHEV yang tetap bertenaga buas, kenyamanan ekstra di dalam kabin, serta kepintaran fitur asisten berkendaranya, memberikan pengalaman perjalanan yang santai dan tetap bisa dinikmati selama mudik lebaran tahun ini.