Automotive

Luce, Mobil Listrik Ferrari Pertama yang Malah Bikin Saham Rontok

Hani Nur Fajrina
Luce, Mobil Listrik Ferrari Pertama yang Malah Bikin Saham Rontok

Uzone.id – Ferrari akhirnya resmi memasuki era mobil listrik lewat peluncuran EV pertamanya bernama Ferrari Luce. Mobil ini diperkenalkan di Roma, Italia, sebagai langkah besar Ferrari menuju masa depan elektrifikasi.

Namun, debut Ferrari Luce ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus. Alih-alih langsung mendapat sambutan positif, peluncuran mobil listrik Ferrari ini justru diikuti penurunan saham perusahaan di bursa.

Mengutip laporan Reuters, saham Ferrari sempat turun lebih dari 7 persen setelah pengumuman resmi Luce.





Reaksi pasar ini muncul karena sebagian investor menilai langkah Ferrari masuk ke mobil listrik berpotensi mengubah identitas brand yang selama ini identik dengan suara mesin V8 dan V12 khas supercar Italia.

Sebagai mobil listrik premium, Ferrari Luce dibanderol sekitar 550 ribu euro atau setara Rp12 miliaran. Harga tersebut menempatkan Luce di segmen hyper luxury EV yang sangat eksklusif.


Foto: dok. Ferrari
Foto: dok. Ferrari

Namun bukan cuma investor yang ramai membahas Ferrari Luce. Di media sosial, banyak penggemar otomotif dan loyalis Ferrari ikut memberikan komentar soal desain mobil listrik pertama Ferrari tersebut.

Sebagian netizen menilai tampilan Ferrari Luce terlalu minimalis dan kehilangan aura agresif yang selama ini menjadi ciri khas Ferrari. Ada juga yang menyebut desain mobil ini lebih mirip sedan futuristik premium ketimbang supercar Ferrari pada umumnya.


Foto: dok. Ferrari
Foto: dok. Ferrari


Foto: dok. Ferrari
Foto: dok. Ferrari


Foto: dok. Ferrari
Foto: dok. Ferrari

Menariknya, desain Ferrari Luce melibatkan Jony Ive, sosok legendaris yang dulu memimpin desain produk-produk ikonik Apple seperti iPhone, iPod, iMac, hingga Apple Watch.





Sentuhan desain Jony Ive memang membuat Ferrari Luce tampil lebih clean, modern, dan futuristik. Namun justru pendekatan itu yang dianggap sebagian fans kurang mencerminkan karakter emosional Ferrari.

Masuknya Ferrari ke pasar mobil listrik sebenarnya sudah diprediksi sejak beberapa tahun terakhir. Industri otomotif global kini memang sedang bergerak menuju elektrifikasi, termasuk brand supercar seperti Porsche, Lamborghini, hingga McLaren yang mulai menyiapkan strategi EV mereka.

Meski mendapat kritik, Ferrari tampaknya tetap percaya diri dengan arah baru perusahaan. Strategi Ferrari tetap mempertahankan eksklusivitas produksi terbatas, performa tinggi, dan positioning sebagai brand otomotif ultra premium.

Ferrari Luce kini menjadi taruhan besar bagi Ferrari: apakah mobil listrik masih bisa menghadirkan sensasi dan “jiwa Ferrari” yang selama ini dicintai penggemarnya, atau justru membuat identitas brand legendaris tersebut perlahan berubah di mata pasar dan investor.