LinkedIn Bakal PHK 600 Karyawan, AI Masih jadi Biang Kerok
Uzone.id —
LinkedIn–platform pencarian pekerjaan–dilaporkan akan melakukan pemutusan
hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 5 persen karyawannya atau sekitar 606
karyawan.
Kabar ini mencuat pada pertengahan Mei 2026 kemarin,
menyusul beberapa platform yang sudah lebih dulu mengambil langkah tersebut.
Pemangkasan ini disebut menjadi bagian dari upaya efisiensi
perusahaan sekaligus meningkatkan profitabilitas bisnis.
Perusahaan milik Microsoft tersebut disebut telah menginformasikan bahwa gelombang PHK akan mulai berlaku pada 13 Juli 2026 nanti dan mayoritas berdampak pada pekerja di wilayah Bay Area, Amerika Serikat.
Pemangkasan tenaga kerja disebut akan mempengaruhi sejumlah
divisi, mulai dari engineering, product, marketing, hingga divisi Global
Business Organisation.
Menurut laporan internal yang dikutip Business Insider,
Jumat, (22/05), CEO LinkedIn Daniel Shapero sebelumnya telah menyampaikan
kepada karyawan mengenai restrukturisasi perusahaan secara lebih luas.
Dalam memo internal tersebut, Shapero mengatakan LinkedIn
perlu “beroperasi lebih menguntungkan” di tengah perubahan prioritas bisnis
perusahaan.
“Kami perlu menemukan kembali cara kami bekerja dengan tim
yang lebih agile dan fokus pada prioritas utama perusahaan,” tulis
Shapero dalam memo tersebut.
Meski tak disampaikan secara langsung, namun AI kembali menjadi salah satu alasan dibalik adanya pemangkasan ini.
LinkedIn disebut akan mengalihkan investasi ke infrastruktur
dan strategi jangka panjang, termasuk pengembangan teknologi berbasis AI.
Perubahan ini mendorong perusahaan melakukan prioritas yang lebih ketat dan
sejumlah kompromi.
Wilayah Mountain View disebut menjadi area yang paling
terdampak dalam gelombang PHK kali ini. Sebanyak 352 karyawan diperkirakan
kehilangan pekerjaan di wilayah tersebut berdasarkan dokumen regulasi yang
diajukan perusahaan.
Selain itu, kantor LinkedIn di San Francisco juga akan
memangkas sekitar 108 posisi, sementara 59 pekerjaan lainnya dihapus di
Sunnyvale. Dokumen tersebut juga menyebut ada 66 pekerja remote yang terhubung
dengan kantor Mountain View turut terdampak.
Pemangkasan karyawan di lingkungan LinkedIn ini cukup
menimbulkan ironi dimana perusahaan yang menjadi tempat untuk pencarian
pekerjaan justru kini harus ‘menghilangkan’ pekerjaan para karyawannya.