Lenovo 'Sendirian' Tangani AI di Piala Dunia 2026
Uzone.id - Piala Dunia 2025 akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah. Bayangkan, bakal ada 104 pertandingan yang akan digelar dan melibatkan lebih banyak tim daripada sebelumnya. Perhelatan inipun akan berlangsung selama 39 hari di tiga negara dan 16 kota, tepatnya pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 mendatang.
Bukan itu saja, diperkirakan, Piala Dunia 2026 pun akan menarik 6 miliar penonton di seluruh dunia. Tentu, gelaran sepak bola akbar empat tahun sekali ini akan menjadi tantangan tersendiri dari sisi operasional dan teknologi.
FIFA sebagai penyelenggara, menjawab tantangan ini dengan menunjuk satu mitra teknologi resmi global, dan perusahaan tersebut adalah Lenovo.
“Piala Dunia musim panas ini akan menjadi acara terbesar dalam sejarah umat manusia. Ini adalah acara terbesar yang pernah ada,” ujar Jeff Shafer, SVP Lenovo Corporate Marketing and Chief Communications Officer, dalam sebuah konferensi virtual yang berlangsung pada Kamis (6/11).
Misi Lenovo bukan sekadar menyediakan perangkat saja, seperti laptop, tapi mewujudkan piala dunia pertama yang didukung sepenuhnya oleh AI.
"Kita akan memiliki Piala Dunia FIFA paling canggih secara teknologi yang pernah ada," ujar Nacho Fresco, Director of Technology FIFA, di kesempatan yang sama.
Jeff menjelaskan, FIFA biasanya membutuhkan 6 sampai 10 perusahaan teknologi sebagai mitranya. Namun pada Piala Dunia 2026, hanya Lenovo yang dipilih sebagai mitra utama karena alasan spesifik.
“(FIFA) memilih kami karena kami adalah satu-satunya perusahaan yang dapat melakukan segalanya dari pocket to cloud,” klaim Jeff.
Istilah ini merujuk pada portofolio lengkap Lenovo, mulai dari smartphone dan perangkat PC, hingga server, storage, dan solusi AI.
Janji kasih pengalaman ‘hyper-personalized’
AI kata Jeff, akan memberikan pengalaman lengkap bagi tiga audiens utama Piala Dunia 2025, yakni pemain dan pelatih, penyiar, dan tentu saja penonton.
Buat penonton, Lenovo menjanjikan pengalaman hyper-personalized. Mereka akan diberi alat baru untuk mengedit, mempersonalisasi, dan berbagi konten. Bukan hanya berlaku pada siaran resmi saja, tapi juga pada konten yang direkam penonton langsung di stadion atau bersama teman-teman mereka.
“Ini tentang kemampuan untuk mengambil dan melakukan hal-hal baru dan kreatif, serta menempatkan kekuatan kreatif di tangan orang-orang yang mungkin tidak memilikinya,” jelas Jeff.
Bukan cuma untuk ngonten, pengalaman AI yang dipersonalisasi ini juga akan menyajikan wawasan yang lebih dalam tentang permainan. Tujuannya bukan sekadar menampilkan statistik standar, tapi memberikan analisis taktis mengenai jalannya pertandingan.
“Maka, tentu saja, kami ingin mengambil kemampuan bawaan AI tersebut, menyesuaikannya, dan membentuknya untuk tujuan para penggemar sepak bola di acara terpenting, ketika mereka sedang memperhatikan tim mereka,” tambahnya.
Sementara bagi penyiar, AI akan membantu menciptakan sudut pandang dan citra baru dari permainan, yang pada akhrinya memperkaya pengalaman menonton di rumah.
Teknologi ini, kata Jeff, bukan sekadar konsep. Lenovo sebelumnya sudah menguji teknologi AI mereka di Piala Dunia Antarklub 2025. Salah satunya adalah implementasi semi-automated offsides (SAOT) yang memungkinkan panggilan offside lebih cepat dan akurat.
Penerapan SAOT di turnamen tersebut diklaim telah menguntungkan pemain, penyiar, dan fans, serta pada akhirnya membuat permainan jadi lebih baik.
“Teknologi ini dapat diimplementasikan di pertandingan. Artinya, penundaan dalam pengambilan keputusan tersebut di turnamen ini jauh lebih sedikit dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya,” terang Jeff.
“Hal ini menguntungkan para pemain. Hal ini menguntungkan para penyiar. Hal ini menguntungkan para penggemar, dan membuat pertandingan menjadi lebih baik. Jadi, ini adalah kasus di mana terdapat contoh nyata di lapangan, di truk, di stadion, dan di lapangan,” pungkasnya.