Lebih Dekat dengan si 'Redmagic Mini', Nubia Neo 5 GT
Uzone.id - Kali pertama menggenggam Nubia Neo 5 GT, langsung terasa seperti smartphone gaming yang tau betul target pemakainya nanti. Bukan sekadar klaim ‘Ini HP gaming’ yang cuma bermodal desain agresif, Nubia neo 5 GT memang dibekali spesifikasi dan membawa fitur yang dapat menunjang aktivitas gaming penggunanya.
Buat kami, Nubia Neo 5 GT ini bisa disebut sebagai ‘Redmagic Mini’. Bagaimana tidak, walau tak menyandang nama Redmagic dan tentu saja dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau, HP gaming satu ini punya kipas internal aktif di dalam bodinya, lengkap dengan lampu RGB di bagian belakang.
Dari tampilan luar, karakter desain gaming-nya langsung kelihatan. Bodi belakangnya punya desain bak gaming tower dengan casing yang dibuat transparan, pola garis-garis, hingga ornamen seperti baut. Ditambah, terdapat logo GT dan aksen seperti mata tajam yang bisa menyala.
Seperti halnya Redmagic, area kameranya dibuat rata dengan bodi, jadi tidak ada tonjolan kamera besar yang mengganggu saat ponsel digenggam. Meletakkan ponsel ini di atas meja pun sepenuhnya rata, tidak menjadikan kamera sebagai penopang utamanya.
Bodi yang rata seperti ini penting saat dipakai main game, terlebih dalam posisi landscape. Bagian belakang Nubia Neo 5 GT terasa lebih pas di tangan, tidak ada bagian kamera yang terlalu menonjol dan bikin genggaman terasa timpang.
Di sisi bodi, Nubia menyematkan tombol bahu atau Neo Triggers 5.0. Tombol ini punya touch sampling 550Hz dan latensi di bawah 5,5 ms, sehingga bisa dipakai sebagai tombol tambahan saat bermain game, mirip tombol R1 dan L1 pada joystick konsol game.
Buat main game FPS, tombol ini jelas membantu. Pengaturannya bisa disesuaikan tergantung kebutuhan, misalnya trigger kiri untuk menembak dan kanan untuk scope, atau sebaliknya. Dengan tombol ini, jari juga tidak perlu banyak menutup area layar.
Seperti yang kami sebut di awal, bukan cuma trigger saja yang bikin HP ini layak disebut smartphone gaming. Ya, ada kipas pendinginnya.
Di sisi kiri-kanan Nubia Neo 5 GT, cukup ramai dengan elemen khas smartphone gaming. Di sisi kiri, ada ventilasi udara yang menjadi jalur dari sistem pendingin aktifnya. Sementara di sisi kanan, ada ventilasi udara lainnya dengan lampu RGB menyala dan kipas internal di dalam bodinya.
Awalnya kami mengira ini cuma gimmick. Namun setelah dinyalakan fiturnya, suara kipasnya benar-benar terdengar.
Ventilasi udara menyala tersebut bersanding dengan tombol power dan volume. Tombol power-nya diberi aksen merah dengan tekstur industrial, membuat tampilannya lebih mencolok dibanding tombol lainnya.
Bukan cuma ventilasi udara yang ada RGB-nya, logo mata dan tulisan ‘GT’ pun bisa menyala. Kalian bisa mengatur warna dan efek lampunya via menu Lighting Mode.
Beralih ke depan, Nubia Neo 5 GT membawa layar AMOLED 6,8 inci beresolusi 1.5K. Panel ini sudah mendukung refresh rate hingga 144Hz, dengan pilihan mode Auto, 60Hz, 90Hz, 120Hz, sampai 144Hz di menu pengaturan.
Kualitas layarnya terasa sesuai untuk kebutuhan gaming. Ukurannya lega, warnanya keluar, dan animasi terasa mulus saat refresh rate tinggi diaktifkan. Ditambah, layarnya juga sudah memiliki touch rate instan 3.049Hz untuk respons sentuhan yang lebih cepat.
Ditenagai Dimensity 7400, baterainya jumbo
Nubia Neo 5 GT ditenagai MediaTek Dimensity 7400. Chipset ini dipadukan dengan fitur gaming khas Nubia, yakni termasuk AI Game Space 5.0.
Di Game Space, kalian seperti disuguhkan pusat kontrol untuk bermain. Dari fitur ini, kalian bisa mengaktifkan kipas, mengatur mode performanya, menyesuaikan trigger, sampai memantau informasi seperti CPU, GPU, hingga frame rate.
Performa gaming-nya? Kami coba main Delta Force di smartphone ini, dan kalian juga tau kalau game garapan Garena ini jadi salah satu game berat di Android.
Hasilnya, Delta Force bisa dilibas secara stabil pada 90 FPS. Ini sejalan dengan klaim Nubia sendiri, termasuk pengujian internal mereka yang mengklaim Mobile Legends dan Free Fire bisa dijalankan pada 120 FPS.
Bagaimana hasil benchmark-nya?
Untuk performa mentahnya, Nubia Neo 5 GT kami uji di AnTuTu Benchmark. Skornya? Tembus 1.073.801 poin, angka yang lumayan tinggi untuk HP gaming kelas menengah, dan menunjukkan Dimensity 7400 memang kuat di atas kertas.
Di Geekbench 6, skor CPU-nya berada di 1.064 poin untuk single-core dan 3.241 poin untuk multi-core. Sementara untuk pengujian GPU OpenCL, skornya menyentuh 3.040 poin.
Lantaran membawa sistem pendingin aktif, performanya pun tetap stabil. Bukan sekadar klaim belaka, dari pengujian kami di 3DMark Wild Life Stress Test, Nubia Neo 5 GT mencatat best loop pada 3.869 poin dan lowest loop pada 3.851 poin.
Ya, beda sedikit poinnya. Hal ini karena stabilitas performa grafis smartphone ini nyaris sempurna, tepatnya 99,5 persen. Artinya, performa perangkat tidak mudah turun drastis ketika dipaksa bekerja dalam beban berat secara berulang. Kipas internalnya memang punya peran besar untuk menjaga suhu dan kestabilan performa.
Untuk daya, Nubia Neo 5 GT dibekali baterai 6.210 mAh. Dalam pengujian singkat kami, bermain Delta Force selama 17 menit hanya mengurangi baterai sekitar 6 persen.
Kami juga mencoba sesi bermain yang jauh lebih panjang. Dipakai main Delta Force selama 4 jam 52 menit, baterai Nubia Neo 5 GT turun dari 100 persen ke 10 persen.
Dengan kata lain, baterainya terkuras 90 persen untuk hampir 5 jam bermain game berat. Atau, kalau dihitung kasar, konsumsi dayanya berada di kisaran 18 persen per jam untuk skenario gaming berat.
Nubia juga membekali smartphone ini dengan fast charging 80W. Ada pula dukungan bypass charging, fitur penting untuk pengguna yang sering bermain sambil mengisi daya. Dengan bypass charging, aliran daya bisa langsung diarahkan ke perangkat, sehingga baterai tidak terlalu terbebani saat gaming dalam kondisi terhubung charger.
Kamera dan fitur lainnya
Meski identitasnya sangat gaming, Nubia Neo 5 GT tetap membawa kamera utama 50 MP di bagian belakang. Kamera ini ditemani sensor tambahan dan LED flash yang ditempatkan dalam modul vertikal di sisi kiri atas bodi.
Untuk kamera depan, Nubia Neo 5 GT menggunakan kamera selfie 16 MP yang ditempatkan dalam punch hole di tengah atas layar. Kamera ini lebih dari cukup untuk kebutuhan video call, selfie, maupun face unlock.
Tapi jujur saja, kamera bukan jualan utama dari smartphone ini. Nubia Neo 5 GT terasa lebih fokus untuk pengguna yang mencari performa gaming, layar cepat, baterai besar, sistem pendingin aktif, dan tombol trigger yang benar-benar berguna.
Fitur lain yang juga menarik adalah speaker stereo dengan dukungan DTS:X Ultra. Saat dipakai bermain game, arah suara terasa lebih lebar, terutama ketika ponsel digenggam secara landscape.
Nubia juga membekali perangkat ini dengan X-axis linear motor untuk getaran yang lebih presisi. Efek haptic terasa lebih solid saat mengetik maupun bermain game, meski impresi lebih lengkap tentu perlu diuji lebih lama.
Secara ketahanan, Nubia Neo 5 GT sudah mengantongi rating IP64. Artinya, perangkat ini tahan debu dan tahan terhadap cipratan air ringan. Bukan untuk direndam, tapi cukup memberi rasa aman untuk penggunaan harian.
Harga dan ketersediaan
Nubia Neo 5 GT hadir dalam dua varian memori. Untuk varian 8 GB/256 GB, harga normalnya Rp6.499.000 dan selama periode pre-order menjadi Rp5.999.000. Varian ini tersedia di TikTok Shop dan Tokopedia.
Adapun Nubia Neo 5 GT varian 12 GB/256 GB dijual dengan harga normal Rp6.999.000. Selama periode pre-order yang sama, harganya menjadi Rp6.499.000 dan tersedia secara eksklusif di Shopee. Nubia Neo 5 GT tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu Phantom Black, Stellar Silver, dan Electro Gold.