Automotive

Layar Sentuh di Mobil Ternyata Bisa Ganggu Fokus Pengemudi?

Brian Priambudi
Layar Sentuh di Mobil Ternyata Bisa Ganggu Fokus Pengemudi?

Uzone.id - Beberapa tahun ini, head unit layar sentuh dengan ukuran besar menjadi tren yang dihadirkan pabrikan pada produk mobil. Bahkan banyak yang menjadikan head unit layar sentuh besar sebagai nilai jual.

Beberapa pabrikan justru mulai meninggalkan tombol fisik yang lebih sederhana dan menggantikannya dengan tombol digital yang ada di head unit layar sentuh.

Memang hal ini memberikan kesan yang lebih modern, seolah-olah praktis, dan tampilan kabin yang lebih bersih. Namun head unit layar sentuh ternyata menyimpan risiko besar di baliknya.

Berdasarkan studi keluaran terbaru yang dilakukan oleh University of Washington (UW) bersama Toyota Research Institute membuktikan kalau head unit layar sentuh saat digunakan bisa mengganggu konsentrasi berkendara hingga membahayakan keselamatan.

Penelitian ini berjudul "Touchscreens in Motion: Quantifying the Impact of Cognitive Load on Distracted Drivers" yang dipublikasikan pada ajang 38th Annual ACM Symposium on User Interface Software and Technology, per September 2025 lalu.

Dikutip dari Carscoops, pada penelitian tersebut, terdapat 16 peserta yang diminta menyetir di simulator sembari menggunakan layar sentuh mobil.




Kemudian peneliti memantau gerakan mata, gerakan tangan, pelebaran pupil, hingga respon kulit untuk melihat tingkat stres dan beban pikiran saat mengemudi.

Hasilnya, ketika pengemudi diminta mengoperasikan layar sentuh sembari berkendara simulasi di kota, kemampuan mengemudi dan akselerasi penggunaan layar menjadi menurun.

Bahkan semakin rumit tugas yang dilakukan pada layar sentuh, semakin besar juga penurunan performa.





Data menunjukkan, penggunaan layar sentuh menurunkan akurasi dan kecepatan respon lebih dari 58 persen dibandingkan saat tidak berkendara.

Pada waktu yang sama, penyimpangan jalur juga meningkat lebih dari 40 persen saat pengemudi berkendara sembari mengoperasikan layar sentuh.

Studi ini menegaskan kalau masalahnya bukan soal mengetik atau bermain media sosial, melainkan aktivitas yang biasa dilakukan pengemudi seperti mengganti musik, mengatur sistem hiburan, hingga mengakses menu kendaraan.




Tantangan ke depan

Pasalnya mengembalikan tombol fisik saat ini sepertinya sulit dilakukan, karena tren layar sentuh pada head unit di sebuah mobil sudah sangat kuat.

Selain itu di sisi industri, penggunaan layar sentuh dianggap lebih murah, fleksibel, dan mudah dikembangkan oleh pabrikan otomotif.

Terdapat beberapa solusi, pertama produsen perlu menyederhanakan menu agar fungsi penting tidak tersembunyi dalam banyak lapisan dan memastikan fitur yang sering digunakan tetap mudah dijangkau.

Kemudian sistem infotainment disarankan mampu mempelajari kebiasaan pengemudi, memprediksi perintah yang mungkin digunakan, dan menampilkan tombol dengan ukuran yang lebih besar serta jelas sehingga tidak membutuhkan banyak perhatian.

Rekomendasi lainnya adalah menggunakan sistem yang bisa mendeteksi beban pikiran pengemudi. Artinya jika pengemudi tidak fokus, mobil dapat membatasi fungsi tertentu atau memberikan peringatan agar pengemudi bisa tetap fokus ke jalan.