Layar Pintar Disebar ke Sekolah: Ini Harga, Fitur dan Spesifikasinya
Uzone.id — Pemerintah
Indonesia secara bertahap mulai menyebar layar pintar digital ke 330 ribu
sekolah di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2025 ini. Saat ini, satu
sekolah akan mendapat satu layar pintar.
Namun, Prabowo mengatakan bahwa tahun depan setiap sekolah
akan mendapatkan tiga layar pintar, bahkan idealnya satu kelas satu layar
pintar.
Dengan adanya layar digital pintar ini, sekolah diklaim bisa menggunakannya untuk menampilkan pelajaran-pelajaran bagi siswa dengan konten terbaik, salah satunya yang berkaitan dengan animasi.
Pengadaan perangkat ini bukan hanya sekedar inovasi saja
namun sebagai strategi pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia
tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lain khususnya dalam hal akses pendidikan.
Nah, untuk mengetahui lebih jauh soal program smart digital
screen ini, berikut fakta-fakta yang perlu diketahui.
Bukan Smart TV, tapi Smartboard
Bukan smart tv, layar pintar yang akan disebar oleh
pemerintah merupakan smartboard atau interactive flat panel (IFP) atau yang
sering disebut sebagai papan digital interaktif.
Hal ini pun ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan
Menengah Abdul Mu’ti pada Senin, (15/09) usai rapat kerja dengan Komisi X DPR
RI.
“Istilahnya itu IFP ya. Itu dasarnya inpres (instruksi
presiden) dan perpres (peraturan presiden),” kata Mu’ti dikutip dari berbagai
sumber.
Keunggulan Smartboard
Berbeda dengan Smart TV yang memiliki fitur utama streaming
konten dan akses internet, smartboard sendiri memiliki fitur-fitur yang
dibutuhkan untuk belajar mengajar secara interaktif.
Salah satunya adalah fitur layar sentuh interaktif untuk
menulis dan menggambar, konektivitas digital untuk berbagi konten dari berbagai
perangkat, adanya perangkat lunak khusus untuk anotasi dan kolaborasi.
Smartboard juga memiliki tampilan visual yang tajam dan
jernih, serta bisa menyimpan dan berbagi materi secara online.
Kebanyakan dari layar pintar ini sudah terhubung ke internet sehingga bisa mengakses sumber daya online, menjelajah web, melakukan video call dan menampilkan materi dalam bentuk video.
Akan tetapi, layar ini juga bisa digunakan tanpa internet
sehingga memudahkan akses di wilayah yang belum terjangkau internet.
Untuk memaksimalkan fitur-fitur smartboard untuk
pembelajaran, pemerintah akan menyiapkan sistem pelatihan guru yang juga dibuat
berlapis.
Mulai dari pelatihan langsung, webinar, pengimbasan antara
guru, hingga modul belajar mandiri di platform digital kementerian. Nantinya
juga akan ada guru-guru yang diseleksi untuk menjadi ‘guru pusat’ untuk
memberikan pembelajaran secara daring dari masing-masing smartboard.
Anggaran untuk smartboard
Melansir dari Tempo, Rabu, (17/09), Lembaga Kebijakan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengungkapkan bahwa harga dari
interaktif flat panel (IFP) yang dibagikan ke sekolah berkisar di angka Rp 26
juta per unit dengan merk asal China, Hisense.
Dengan harga tersebut, anggaran pengadaan layar pintar di
semua tingkat pendidikan ini tercatat sebesar Rp7.909.277.430.000 atau Rp 7,9
triliun
Spesifikasi Smartboard
Kabarnya, smartboard yang akan digunakan dalam program ini
adalah smartboard dari perusahaan asal China, Hisense. Pemerintah akan
menggunakan Hisense 75WM61FE dengan spesifikasi berikut.
Layar dari smartboard ini sudah memiliki luas kurang lebih
75 inci dan sudah menjalankan sistem operasi Android 13. Untuk penyimpanannya,
smartboard ini sudah menyediakan memori hingga 16 GB.
Tujuan penyebaran smartboard ke sekolah
Prabowo mengklaim dengan adanya layar digital pintar ini, sekolah bisa menggunakannya untuk menampilkan pelajaran-pelajaran bagi siswa dengan konten terbaik, salah satunya yang berkaitan dengan animasi.
Teknologi ini juga diklaim akan menjadi solusi bagi
keterbatasan tenaga pengajar, terutama di wilayah terpencil, seperti di Pulau
Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, yang saat ini kekurangan jumlah guru.
Nantinya, pemerintah akan menyeleksi 20 hingga 30 guru
terbaik di setiap mata pelajaran untuk mengajar langsung dari studio pusat.
Guru-guru ini kemudian akan membantu semua kelas di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan melengkapi perangkat ini
dengan kamera yang memungkinkan adanya pemantauan langsung dari pusat.